Film Perawan Seberang / Perawan Dayak


PERAWAN DAYAK / PERAWAN SEBERANG
perawan%20seberang-h

Film yang dibintangi JUPE ini sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Dayak, film yang ber – genre horror membawa nama Dayak dan melakukan sebagian kecil adegan shootingnya di Desa Tumbang Manggu – Kalimantan Tengah. Ke “kontroversialan” film ini ditambah, setelah JUPE mendapat gelar kehormatan Dayak Ngaju yaitu “Nyai Intan Garinda” – yang artinya wanita yang gilang cemerlang seperti intan .. what a legit name?? haha selain itu ada juga tokoh yang ikut bermain di film ini dan menjadi perdebatan karena mengaku sebagai panglima Dayak, yaitu si Udin Balok atau yang konon mengaku sebagai “Pangkalima Kumbang Jaya” so guys basically film ini sudah memiliki judul yang kontroversial diperparah dengan pemain-pemain yang kontroversial pula..

Film ini sempat dilarang beredar, tapi tanggal 29 Agustus 2013, film ini serentak diputar di bioskop Jakarta.. untuk fare tentu saya harus menonton film ini bukan.. yups kemaren aku memutuskan untuk menonton film ini.

Sutradara film ini telah mengubah judulnya menjadi perawan seberang instead of perawan dayak. Film ini di claim akan mengangkat budayak suku dayak – katanya??

Oke.. film ini memiliki alur mundur – maju, sempat bingung dengan awal filmnya karena kok baru mulai semua sudah mulai dihantui “hantu Julia” setelah lepas 20 menitan baru difahami arah cerita film ini. Film ini berkisah tentang Julia anak dayak berasal dari desa Tumbang Manggu yang berkuliah di Jakarta. Julia ini gadis yang cantik dan “geek” alias kutu buku (typical sinetron) anyway ada dua orang pemuda yang ganteng (seperti saya haha) yang taruhan 250 juta siapa yang bisa meniduri Julia.. singkat kisah Julia dicekoki minuman yang mengandung obat kemudian dia diperkosa oleh 3 laki-laki sampai hamil dan kemudian bunuh diri. Sang ayah – which is you know who – The Pangkalima Kumbang, mengeluarkan kutuk kuyang untuk membalas dendam sampai semua pelaku mati..and you can guess the rest of story

Supaya adil, saya akan memaparkan positive dan negativenya film ini, secara jujur saya sebagai orang dayak tidak begitu keberatan dengan film horror bahkan saya suka film horror – mungkin jika horror dayak diangkat oleh Hollywood mungkin akan sangat keren kalee?? – anyway…

Sisi Positivenya dulu lah..

SETIDAKNYA ADA JUGA ORANG DAYAK YANG MAIN FILM
Yups benar setidaknya ada yang memang asli dayak yang main film di Indonesia, walau masih sebagai peran pembantu but its something.. isn’t it? Padahal orang dayak banyak yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.. mungkin kurang promosinya..

Pemain Di Perawan Seberang

Pemain Di Perawan Seberang

KALIMAT “SUKU DAYAK BUKAN SUKU BARBAR”
Ini kalimat yang diucapkan bapak pangkalima kumbang mendekati menit terakhir film ini, ya dari sekiat menit film ini cuman satu kalimat ini yang agak mengangkat suku dayak..

udin balok - pangkalima kumbang jaya

udin balok – pangkalima kumbang jaya

Nah sekarang Negativenya..


FILM INI TIDAR REALISTIS

Mungkin karena pembuat film ini ada sutradara sinteron stripping maka kualitas filmnya 11-12 lah sama sinetron a little bit better dari pada sinetron naga terbannya indosi#@r hehe.. kehidupan Julia yang notabene mahasiswi perantau dari kampung kok malaha sangat “metropolis”, tinggal di rumah yang sangat mewah. Disamping itu 2 mahasiswa taruhan 250 juta??? Come on…. Mahasiswa gitu lho??250 juta??? Sangat-sangat tidak realistis. Pakaian yang dipakai oleh orang tua Julia – sangat tidak sesuai dengan keadaan dayak saat ini sehingga sangat nampak artificial nya.

FILM INI CUKUP MENYIMPANG DARI ADAT DAYAK
Dikisahkan di film ini Julia diberi “kalung” penyang yang menjaga Julia. Sepengetahuan saya tidak pernah penyang digunakan sebagai kalung, biasanya diikatkan pada Mandau atau di pinggang – peteng penyang ini digunakan sebagai ajimat kekebalan. Jarang ada kalung dayak yang berfungsi sebagai azimat, biasanya kalung-kalung dayak berfungsi sebagai hiasan atau status seseorang supaya terlihat gagah berani.

Penyang di mandau

Penyang di mandau

Peteng Penyang di Pinggang

Peteng Penyang di Pinggang

Saya sendiri punya kalung manik tua namun tidak berfungsi sebagai penyang- hanya hiasan…

kalung Dayak

kalung Dayak

Kalung Dayak Bidayuh

Kalung Dayak Bidayuh

FILM INI MENAMPILKAN ADEGAn YANG CUKUP TERBUKA
Ada adegan JUPE sedang mandi – dan menurutku ini cukup terbuka untuk menampilkan buah dada si Julia ini..

KUTUK KUYANG- really??
Saya tidak pernah mendengar ada istilah kutuk kuyang atau kuyang dikirim untuk membalas dendam… kuyang bukan semacam peliharaan, tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam. Biasanya orang-orang dayak akan mengirimkan semacam guna-guna entah menghilangkan alat kelamin, mengirim sakit penyakit atau menggunakan semacam perang maya.

Ada satu kisah yang benar dialami teman dari kenalan saya di Surabaya. Ketika dia merantau ke daerah Kalimantan Tengah, dia bertemu dengan kembang desa gadi ini (sekitaran Muara Teweh kalau tidak salah)- singkat kisah pria ini berhasil menggaet hati wanita dayak ini dan membujuknya untuk berhubungan badan, kenalan temanku ini berjanji akan menikahinya.. apa dinyana pria ini balik ke daerahnya di Surabaya dan melupakan janji manisnya .. hehe

Kemudian pria ini menikah dengan wanita lain, ketika prosesi pernikahan mau memasuki masjid untuk ijab Kabul, pria ini sempat melihat sosok wanita seperti wanita yang ditinggalkannya di Kalimantan dalam keadaan menangis, tetapi dia mengabaikannya. Ketika mau melakukan malam pertama betapa terkagetnya pria ini dan istrinya bahwa “itu” telah raib.. ini membuat gempar keluarga besar teman ku ini. Kemudian atas hasil musyarah keluarga, pria ini kembali kekampung wanita ini untuk meminta maaf. Dan memang benar alat vitalnya disimpan sang ayah gadis ini dalam sebuah botol.
1517595p

Nampaknya pembuat cerita ini kurang melakukan observasi akan kisah dan kepercayaan mistik suku dayak, Nampak cuman asal-asalannya..

MUSIK BACKGROUND YANG BERUSAHA MEMBUAT KAGET TAPI JADINYA “JAYUS”
Yups.. sangat menggangu background music yang coba membuat kaget tetapi sebenarnya tidak tepat dan alur cerita yang tidak comprehensive..

Oke Kesimpulan apakah film ini mengangkat budaya dayak???- jawabannya NO.. big NO..!! tetapi apakah film horror tidak boleh membawa nama dayak?? Boleh-boleh saja jika memang pembuat cerita melakukan observasi dan riset terlebih dahulu sehingga will be much better..

Seperti pembukaan saya diatas.. yang menjadi persoalan film ini ialah :
1. Pemain yang kontroversial
2. Ide cerita yang tidak realistis – asal jadi
3. Adegan-adegan yang terbuka

Mungkin kalau sekelas Joko Anwar atau Garin Nugroho yang membuat film tentang Dayak pasti akan keren.. hehe atau apakah ada pemuda dayak yang mau membuat project short movie tentang dayak?? Patut untuk dicoba..
Tabe

31/Agustus/2013

Iklan