Nama Timang-Timang


NAMA TIMANG-TIMANG
Salah satu tradisi dayak adalah memberikan nama timan-timang kepada anak atau keponaka, kadang orang tua pun punya julukan yang pasti jauh dari nama aslinya. Kadang nama timang-timang ini jika diterjemahkan secara harfiah bermakna tidak baik atau bahkan tidak ada makna sama sekali. Tetapi nama timang-timang ini justru membuat hubungan kekerabatan dan pertemanan semakin akrab.

Saya sendiri memilki berbagai nama timang-timang, missal karena saya anak bungsu sering dipanggil “ucun” – mungkin dari kata “busu” atau bungsu.. kadang anak bungsu dipanggil “bucu neneng ewaw ranteng” – artinya “si bungsu neneng bau pesing”, alm. Ayah saya kadang memanggil saya “Atak” atau juga “Bowak” – saya lupa kenapa dipanggil demikian..

Tapi dikalangan keponakan san sepupu saya juga sering dipanggil “abah idak”.. berbeda dengan alm. Nenek saya karena berasal dari basarang, maka dipanggil “tambi sarang”, kalau nenek dari ibu saya dipanggil “tambi bitak” – atau nenek ceriwis.. karena nenek ku ini suka bercerita hehe, ada juga yang dipanggil “papah titit” karena waktu kecil suka membunyikan klakson ketika bertandang kerumah, buat beberap orang mungkin berkonotasi negative hehe..

Saya jadi ingat ketika saya harus memipin doa buat ulang tahun alm. Om saya ini, karena terbiasa memanggil papah titit, maka saya pun berdoa buat papah titit ini.. hehe
Ada banyak nama timang-timang atau julukan yang diberikan oleh teman dan keluarga dayak, ini adalah kebiasaan yang memperat hubungan keluarga. Apakah anda punya nama timang-timang? Ayo sharekan nama timang-timang sodara dan arti/sejarahnya??

Tabe..
1/September/2013

Iklan