Makalah: The Dynamics of Conversion: the Islamisation of the Dayak peoples of Central Kalimantan


Sebuah studi yang dilakukan oleh Ian Chalmers dari Curtin University of Technology

Silahkan download:
Klik: Donwload Makalah

This paper explores the social implications of the increase in the number of Dayak Muslims. Observers have long noted the phenomenon in Indonesia of ‘statistical Muslims’, namely people who have entered the faith by declaring their belief in God but who pay little heed to the other four pillars of Islam. As McVey suggested some decades ago, most Muslims in Indonesia were decidedly secular in orientation. “For all the overwhelming number of Islam’s formal adherents in Indonesia, which makes it on paper the world’s largest Muslim nation, unambiguous Islam is a minority religion” (McVey 1983, p. 200). Beginning in the 1980s, however, a Muslim revival resulted in both an increase in the numbers of Muslims and closer adherence to doctrine. It is therefore also relevant to ask of Dayaks in Central Kalimantan, has this growing identification with the broader universal religion also changed their social and political behaviour?


Makalah ini meneliti tentang dampak sosial dari meningkatnya jumlah Dayak Muslim. Peneliti telah lama mencatat fenomena ini di Indonesia mengenai “Muslim KTP”, yaitu orang-orang yang nenyatakan imannya percaya kepada Tuhan tetapi tidak melakukan 4 kewajiban iman islam. Seperti McVey menyarankan beberapa waktu lalu, kebanyakan muslim di Indonesia telah berorientasi sekuler. “Untuk semua banyaknya jumlah penganut Islam secara formal di Indonesia, yang membuatnya di atas kertas negara Muslim terbesar di dunia, namun sangat jelas Islam adalah agama minoritas” (McVey 1983, hal. 200). Pada wala tahun 1980an, kebangkitan Muslim telah mengakibatkan peningkatan jumlah orang muslim dan kepatuhan terhadap doktrin. Sehingga sangat relevan untuk mempertanyakan Dayak di Kalimantan Tengah, apakah dengan betambahnya pengikut agama universal akan mengubah perilaku politik sosialnya??

Tabe
Bekasi 19/September/2013

Iklan