KONSEP DOSA DALAM KEPERCAYAAN DAYAK


KONSEP DOSA DALAM KEPERCAYAAN DAYAK

Ilustrasi Tasik - Limbo

Ilustrasi Tasik – Limbo

Tidak hanya dalam agama-agama semawi yang mengenal konsep mengenai dosa dan penghukuman di akhirat. Didalam kepercayaan dayak terutama Dayak Ngaju ada 3 macam hukuman terberat bagi orang yang meninggal, yaitu:

1. Kesalahan yang berhubungan dengan perbuatan pemaksaan misalnya merampas, mengambil istri orang, mencuri, merampok. Maka di “Tasik” (Danau Tasik Layang Jalayan) atau dilangit ke-3 atau dikenal juga sebagai “Lautan Sesat” atau didalam kepercayaan Semawinya disebut Limbo. Bila arwah telah masuk kedaerah itu pasti akan tersesat dan tidak akan mungkin kembali lagi ketempat asalnya. Disinilah orang yang semasa hidupnya telah melakukan perbuatan yang sifatnya tidak benar, misalnya mencuri maka rohnya akan menjunjung barang-barang curiannya untuk selama-lamanya. Roh tersebut baru bisa berhenti membawa barang-barang yang dicurinya apabila pemilik barang yang dicurinya meninggal dunia. Itulah sebabnya dalam Hukum Adat Dayak tidak ditemukan hokum bagi pencuri yang ada hanya untuk perampas, karena mencuri hukumannya sudah cukup berat nantinya di akhirat.

2. Bagi kepala-kepala adat, kepala suku, tetua kampong apabila semasa hidupnya mereka telah memutuskan perkara atau masalah yang dihadapi masyarakatnya dengan tidak adil, maka mereka akan dihukum hidup di pesisir tasik dalam bentuk separo kijang separo manusia

3. Semua anggota dewan-dewan peradilan adat yang telah bertindak tidak adil dalam mengambil keputusan dan juga yang telah menerima suap dan sogokan, nantinya pada saat telah meninggal, rohnya akan dimasukan kedalam goa yang kecil-kecil dan selamanya akan terkunci ditempat tersebut

Tabe
Jakarta 13/Oktober/2013

Iklan