Menjawab beberapa kesalahfahaman lagi tentang penolakan FPI


Saya bersyukur setidaknya tulisan saya yang awam bisa berguna bagi beberapa orang, dimana awalnya tulisan itu hanya saya tujukan kepada teman-teman FB saya. Setelah notes tentang “Menjawab Tuduhan FPI atas penolakan warga Dayak di Kalimantan Tengah”.. saya membaca beberapa comment tentang notes saya dimana masih ada beberap kesalah fahaman dari beberapa sodara kita yang lain..disni saya akan post comment saya untuk menjawab kecurigaan dan kesalahfahaman..

1. Coment dari page FPI
fpi-new

“Agerson Saya sudah baca Postingan anda tapi sepertinya Jawaban ada semuanya Rancuh dan tidak bisa di bilang itu kebenaran yang sesungguhnya walaupun anda Seorang Putra Dayak tapi anda Beragama Non Muslim jadi ini jangan di jadikan bahan untuk memecah belah Suku dayak Tanya saja sama Orang Dayak Muslim yang Di Kalteng Apakah Yang FPI Jawab Itu semuanya Benar karna anda Bukan Seorang Muslim jadi Pantas anda menolak FPI karna FPI ingin menegakan Sistem” Islam di Negara ini yang Notabene anda sangat memusuhi nya karna anda bukan penganut Agama Islam Ingat Negara Ini Banyak Di Korban kan Darah Mujahid jangan jadikan Kalteng Sebagai Kota berbasis Kristen dan dari data yang ada Dayak” di Kalteng 70 % nya dan Semua yang di katakan FPI itu terdapat Bukti dan Fakta”

Tanggapan:

saya akan menanggapi statement ini, karena nampaknya para pendukung FPI sangat keukeuh mengalihkannya ke isu agama.. :

1. Karena dayak non muslim lantas menolak FPI

tanggapan: Seperti yang saya jabarkan di atas komposisi masyarakat dayak kalteng ialah 50-50 muslim dan non muslim.. jika ingin mengetahui statistik diatambah pendatang maka 70% komposisi masyarakat Kalteng adalah MUSLIM.. dapat di cek link. Penolakan akan FPI bukan gerakan dayak non muslim.. (ini jelas pengalihan isu) tetapi ini murni gerakan mayoritas suku dayak apapun agamanya baik itu Kristen, Islam, Kaharingan . Hal ini terbukti dengan ketua Dewan Adat Dayak yang menandatangani keputusan penolakan atas FPI adalah seorang muslim Dayak bernama Sabran Ahmad.

Bahkan sebenarnya FPI mesti berkaca akan banyaknya sebenarnya kasus penolakan yang datanganya dari kalangan muslim sendiri, contoh kasus di Jatim, FPI ditolak oleh ormas2 islam lain dan GP Anshor

di kediri ditolak oleh para pesilat islam, banyak lagi kasus-kasus lain.. jadi ini bukan masalah muslim dan non muslim.. ini masalah ideologi dan faham kekerasan yang dianut dan dipraktekan sehingga, jelas ada asap ada api..

2. FPI ingin menegakan Negara Islam dan kita memusuhi

Lagi-lagi FPI ingin sekali menggeser isu ini menjadi isu agama. Founding father kita telah mendirikan negara ini atas dasar kemajemukan, perjuangan atas negara ini bukan hanya perjuangan satu agama saja, sebut saja nama pahlawan seperti Daan Mogot, Gunung Mulia, Tjilik Riwut, Pattimura, Mgr. Soegijapranata, Yos Sudarso, I.J. Kasimo, Frans Seda dan masih banyak lagi mereka adlah non muslim. Sejarah juga pernah mencatat dimana banyak keinginan untuk mengubah ideologi negara ini menjadi negara agama, namun tidak berhasil, seperti gerakan NII, Piagam Jakarta dan etc.. Indonesia tidak akan disebut Indonesia lagi jika Ia tidak lagi mengakomdir kemajemukan. Bahkan dasar negara Pancasila tidak bertentangan dengan dogma atau keimanan Islam, bahkan saya yakin Islam mendukung Pancasila.. Jadi mengapa harus dirubah???

3. Kalteng dijadikan basis kristen, karena 70% dayak kristen

lagi-lagi mencoba megalihkan isu.. seperti data yang saya sajikan di point 1. 70% masyarakat kalimantan adalah Muslim, dan sampai detik ini hidup dalam kerukunan dan kedamaian? Tidak pernah ada data atau kasus yang berhubungan dengan perusakan rumah ibadah? bahkan di palangkara di daerah amako ada gereja dan mesjid yang yang berbatas tembok.. dan itu tidak pernah menjadi persoalan besar. Jika Natalan semua orang berbahagia menyambutnya, terbukti dengan banyaknya teman/sodara2 yang muslim datang dan bersilahturahmi, demikian juga ketika lebaran, yang non muslim datang untuk bersilahturahmi.. jadi keceriaan natal dan Lebaran sangat terasa di Palangkaraya.. Semua orang yang pernah tinggal di Kalteng/Palangkaraya pasti mengalami ini…

2. Comment dari Straightedge Dw di FB Hanung ‘Terololo’ Baskoro

banyak yg rancu nung pernyataannya…yg gw tangkep sih dr artikel yg ad istilah “dayak kafir” itu maksudny ada dayak yg kafir & ga kafir, jd buat ngebedain disebutlah dayak kafir, klo dia bilang dayak doang baru bs digeneralisasikan bgtu…yg islam berarti ga kafir (mngkin nih org cuma baca headline terus menyimpulkan, ga baca isinya scr keseluruhan), beda kafir ga kafir itu dari shahadat bukan bersyukur ato nggak (kafir itu bermakna ingkar…jd syukur itu bkn antonim kafir…salah lg tuh org, mngkin dia nyamain sama istilah kufur nikmat yg maksudnya mengingkari nikmat alloh) mana pngertian kafirny dikutip pk buku org yahudi lagi (john E Campo…siape tuh??) haduuuh…klo gw sndiri knp terlihat ndukung FPI, soalny yg dihancurin FPI sendiri apa sih? tempat maksiat…yg dah dikasih teguran bolah-balik sm FPI tp ttp ngeyel…FPI dah lapor polisi tp ttp ga digubris, drpd ngrusak moral hajar blehh!! tmpt maksiat yg kaya apa juga…look deep inside…yg gw liat, diskotik yg jd tmpt transaksi narkoba/sex bebas, warung remang2, warung2 yg ga mnghormati org berpuasa (padahal islam jg yg punyanya, tp ga mao nutup separo ato gmn?), tmpt yg dijadikan arena pemurtadan (kaya yg d bekasi tuh dimana tukang becak diiming2in duit yg katanya pmbagian zakat dr mesjid tp ternyata digiring k kebaktian…naudzubillah)…dsb..dsb…dah pernah baca sanggahan2 versi FPI blm?? coba liat dari 2 sisi…jgn jadiin setiap artikel jd sebuah dalil pembenaran…(apalagi dr golongan liberalis, yg jelas2 mw mendiskreditkan islam)…wallahu a’lam… critize bro!! 😀

Mr. Straight: saya coba tanggapin yah..gini mas straight saya tidak akan mencampuri masalah dogma dan doktrin agama islam… saya hanya melihat dari kacamata saya yang faqir ini.. jika saya membuka kamus arti kata kafir, kafir memang berasal dari kata kuffur, yang memiliki beberapa makna, antara lain maknanya ialah memungkiri nikmat Tuhan, dan makna lain ialah menutupi atau menyelubungi diri. Walaupun pada akhirnya kata kafir juga ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengenal “tuhan”.. dalam pandangan saya yang awam ini.. bahwa orang dayak bukan lah suku bangsa yang tidak tahu besyukur.. orang dayak mengenal Tuhan dengan caranya masing-masing ada yang Kaharingan, Kristen dan Islam.. dan semua tahu bagaimana bersyukur dengan caranya masing-masing.. Orang dayak pula tidaklah suku bangsa yang menutup diri.. dari sejak semula dayak terbuka dengan dakwah seperti juga terbuka dengan penginjilan.. sehingga kata-kata kafir ini pun tidak pantas diberikan kepada suku dayak. saya menguti perntaan Juan E campo.. ini tidak ada hubungannya dengan Yahudi.. Juan E Campo adalah seorang akademisi, profesor of Religious Studies at University of California.. beliau menulis buku itu berdasarkan studi dan penelitian.. bakan hal ini didukung oleh catatan Richard Hakluyt yang hidup di abad ke 15 yang juga merupakan seorang penulis dan penjelajah, menjelaskan bahwa pada abad 15 kata kafir digunakan untuk menyebut para budak dari Ethiophia (Afrika) oleh para saudagar arab, dan kemudian istilah ini di adopsi oleh bangsa eropa. kecuali anda memilik penelitian atau sumber2 akedimis yang lain.. Penolakan terhadap FPI oleh warga dayak bukan berarti penerimaan terhadap maksiat.. jika mas mau saja googling tentang rapat adar tumbang anoi, disana dihasilkan 96 pasal yang mnagtur “belum bahadat” hidup beradat.. dalam adat dayak kita tahu apa itu moralitas, apa yang salah dan yang tidak.. perkara diskotik tempat peredaran narkoba, maka apakah dengan penolakan FPI berarti kami membiarkan narkoba beredar bebas?? silahkan direnungkan.. apakah kami mau generasi dayak kami juga rusak?? tentu tidak.. tetapi kami juga tidak mau faham-faham kekerasan intoleran masuk kedalam daerah kami yang nantinya merusak tatanan sosial dan kesatuan ditempat kami. Anda jelas tahu track record FPI seperti apa.. dan satu hal lagi.. jangan kaburkan ini dengan masalah sara.. masalah kristenisasi.. itu masalah berbeda.. yang jelas kita orang dayak menerima penginjilan dan juga dakwah.. saya disini tidak mendikereditkan islam.. sekian terima kasih..

Bekasi Februari.17.2012

Iklan