LEGENDA KAMPUNG TENGGELAM


Ada juga legenda yang dituturkan oleh kaum Dayak Dusun di Negeri Sabah tentang bagaimana menghargai hewan dan tidak berperilaku semena-mena. Dikisahkan di sebuah rumah panjang kaum Dusun di daerah Tambunan Sabah, mereka sedang melakukan suatu perayaan. Karena saking asiknya berpesta dan menikmati tuak mereka menjadi sangat mabuk.

Kemudian mereka memakaikan pakaian kepada hewan-hewan peliharaan mereka seperti babi, monyet, kucing dan anjing, mereka pun menganggap hal itu sebagai suatu hiburan yang lucu dan mentertawakan binatang-binatang itu . Bahkan karena saking mabuknya mereka memaksa binatang tadi untuk menari-nari mengikuti alunan gong.

Hal ini membuat Minamangun (Tuhan dalam bahasa Dusun) marah, kemudian ia memberi peringatan kepada penduduk kampung itu melalui suara kilat dan petir supaya mereka berhenti dari perbuatannya. Tetapi karena mereka terlalu mabuk dan menganggap apa yang mereka lakukan adalah hal yang lucu mereka terus melanjutkan candaan mereka.

Ilustrasi

Ilustrasi

Maka kemudian Minamangun mengirimkan hujan yang sangat lebat dan menyebabkan banjir. Akhirnya rumah panjang beserta penghuninya yang asik berpesta itu tenggelam dan tempat itu berubah menjadi sebuah danau. Legenda ini menceritakan bagaimana budaya Dayak sangat menghargai binatang dan supaya jangan berperilaku kejam dan semena-mena.

Balikpapan 30/11/2013

Iklan