MANAJAH ANTANG


MANAJAH ANTANG

Tentu semua masih ingat kasus kerusuhan Sampit 2001 yang lalu antara Suku Dayak vs. Madura. Semenjak saat itu nama Dayak semakin dikenal dengan kemampuan magisnya seperti kisah Mandau terbang dan bisa mencium bau orang Madura dsb.

Upacara Manajah Antang

Upacara Manajah Antang

Ketika terjadi kerusuhan Sampit, penulis masih kelas 1 SMA, Setelah kerusuhan Sampit maka dengan segera menyebar ke Palangkaraya hingga Kuala Kapuas. Nahh ada satu hal yang saya ingat ketika kerusuhan pecah di Palangkaraya, yaitu; ada banyak burung elang yang terbang menari-nari dan berputar-putar, Sesaat setelah itu saat itu saya mulai melihat banyak rumah yang terbakar dan setelah selesai akan padam dengan segera (menariknya hanya rumah suku Madura saja yang terbakar walau rumah itu berdempetan dengan suku lain).

Bagi kami Dayak Ngaju, burung elang atau dalam bahasa Ngajunya “Burung Antang” adalah perlambangan dari para “sahur” atau roh nenek moyang. Aku ingat ayahku pernah cerita zaman dahulu kalau seorang anak mau merantau jauh maka orang tuanya akan melakukan upacara manajah antang atau memanggil elang ini – mengingat zaman dahulu tidak ada komunikasi dan transportasi yang mudah. Jadi kalau seorang anak memutuskan merantau maka akan dianggap seperti anak yang hilang saja.

Manajah antang atau memanggil elang ini adalah upacara untuk memanggil para “roh suci” untuk memberikan pertanda kepada manusia. Misal jika mau berperang, atau anak yang mau merantau atau ketika ada anggota keluarga yang sakit dan juga mencari orang yang hilang / persembunyian musuh.

Untuk melakukan prosesi Manajah Antang ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang ahli saja atau disebut PISUR. Biasanya dilakukan di suatu tanah yang lapang, Pisur akan meletakan dua buah salugi yang satu menghadap matahari terbit dan yang satu menghadap matahari terbenam. Yang mengarah ke matahari terbit digantungkan kayu api dan yang mengarah ke matahari terbenam digantungkan daun sawang. Dengan memanggil nama burung Antang yang dimaksud, dan setelah dilakukan upacaranya maka elang yang dimaksud akan datang dengan memberi pertanda melalui arah datangnya dan cara terbangnya. Jika terbangnya bagus maka dapat dipastikan akan menang ketika berperang.

Prosesi ritual inilah yang dilakukan di Kalimantan Tengah ketika terjadi kerusuhan di Kalimantan Tengah. Dan jumlah burung elang yang terbang banyak itu tidak pernah saya lihat sebelumnya. Saya masih ingat ada 3 ekor burung elang yang terbang berputar-putar tepat diatas rumah kami ketika kerusuhan mulai pecah di Palangkaraya dan merambah ke area perumahan tempat saya tinggal.

Terkahir yang saya tahu ritual ini dilakukan ketika terjadi pengusiran FPI di Palangkaraya. Makanya FPI tidak berani mencoba masuk di Kalimantan Tengah. Believe it or not? Tabe

Upacara Manajah Antang ketika Pengusiran FPI di Palangkaraya

Upacara Manajah Antang ketika Pengusiran FPI di Palangkaraya

Balikpapan 30/Nov/2013

Iklan