JENIS RUMAH DAYAK NGAJU


JENIS RUMAH DAYAK NGAJU

Ada beberapa jenis sistem perumahan yang dikenal didalam Budaya Dayak Ngaju, diantaranya:

1. HUMA BETANG / HUMA HAI

Ini adalah rumah panjang yang menjadi pusat kehidupan social masyarakat Dayak Ngaju. Orang Dayak pada masa lalu hidup secara komunal, dimana didalam satu Ruman Betang ini akan tinggal beberapa keluarga, bahkan ketika kepercayaan Islam & Kristen masuk, maka ada juga keluarga yang berlainan kepercayaan dengan kepercayaan nenek moyang tinggal disana. Namun mereka akan tetap diikat oleh aturan-aturan adat, taboo, dan etika-etika moral. Jika ada salah satu keluarga yang melakukan tindakan yang melanggar norma hidup rumah betang maka biasanya akan diberikan hukuman atau bahkan diusir keluar dari komunitas.

314664_3775914527924_658073163_n

 

Umumnya JIHI atau tiang rumah betang akan dibangun sepanjang 5 meter dari atas tanah, tujuannya ialah untuk menghindari serangan binatang, banjir dan bahkan para asang – kayau (head hunter) pada masa lalu. Misal saja dahulu di Desa Tangkahen, konon ada Rumah Betang yang bertingkat tiga. Ketika para asang datang untuk menyerang kampong, maka HEJAN (Tangga rumah) akan diangkat, wanita dan anak-anak akan diungsikan di tingkat paling atas sedangkan para pria akan menjaga di tingkat pertama dengan tombak, Mandau dan sumpit. Namun sayang betang di Tangkahen sekarang hanya menjadi KALEKA (tersisa tiangnya saja)

 Itulah mengapa dikatakan falsafah hidup orang Dayak adalah HUMA BETANG, yaitu falsafah hidup yang didasarkan pada kebersamaan tanpa memandang agama dan latar belakang. Ketika yang satu sakit maka yang lain juga akan ikut menanggungnya. Falsafah ini tercermin ketiak salah satu suku Dayak mengalami bencana/masalah maka suku Dayak yang lain akan membantu.

 Orang Dayak ngaju berhenti tinggal di Rumah Betang setelah Rapat Damai Tumbang Anoi karena Belanda mengajukan agar kebiasaan tinggal di rumah panjang dihentikan karena dianggap tidak sehat sekitar awal abad ke-19.

 

2. HUMA GANTUNG

Bedanya HUMA GANTUNG dengan HUMA BETANG adalah pada ukura dan lay out.  biasanya yang tinggal di HUMA GANTUNG adalah para Damang atau kepala kampong.

 

HUMA GANTUNG

HUMA GANTUNG

3. KARAK BETANG

Karak betang adalah rumah untuk satu keluarga, hal ini karena Belanda menganggap sistem komunal di Rumah Betang tidaklah sehat. Arti kata Karak = Bongkar, makanya karak betang adalah rumah betang yang dibongkar. Kebiasaan satu keluarga tinggal disatu rumah pada dayak Ngaju di mulai sekitaran tahun 1904.

 

KARAK BETANG

KARAK BETANG

4. LANTING

Adalah rumah yang dibuat mengapung di Sungai, biasanya dijadikan sebagai toko/warung kebiasaan ini masih dilakukan disebagian daerah di Kalimantan Tengah.

 

Lanting

LANTING

 

 

5. BATANG

Batang dibuat sebagai tempat untuk mendukung kehidupan rumah betang, misal untuk mencuci, mandi, buang air, tambat perahu, tambat karet, dsb.

BATANG (Tempat mandi, mancing, mencuci, pelihara babi)

BATANG (Tempat mandi, mancing, mencuci, pelihara babi)

Penulis sedang mandi di batang

Penulis sedang mandi di batang

Tabe, Balikpapan 11/Des/2013

Iklan