LANJUTAN TATTOO RUMPUN DAYAK BIAJU


LANJUTAN TATTOO RUMPUN DAYAK BIAJU

Didalam tulisan sebelumnya saya membahas sediki tentang tattoo Dayak Ngaju yang memang sangat sedikit literature dan gambar yang tersisa mengenai motive dan nama tatoonya. Kali ini saya memberi judul rumpun Biaju, karena yang disebut rumpun biaju ini jika menurut C. den Hamer terdiri dari suku-suku yang mendiami Sungai Murung, Kahayan, Katingan dan Mentaya, juga termasuk suku Ot Danum, Ot Siang, dan Ulu Ajar.

Ethnology Barito, Kahayan & Katingan memerlukan lebih banyak penelitian, sebab sejak peniliti Jerman Carl Schawner menerbitkan buku yang pertama kali meneliti daerah ini  tidak begitu banyak hal yang penting telah di terbitkan, salah satunya mengenai budaya tattoonya, kita hanya mengetahu sedikit sekali tentang motivenya, diantaranya dikutip:

“ Pria di Pulau Petak, daerah di sebelah kanan cabang Sungai Barito dan Banjarmasin, memiliki tattoo di bagian atas tubuhnya, lengan dan betisnya dihiasi dengan design yang Indah dan bergulung-gulung”

Dalam buku ini juga dikatakan orang-orang dari Sungai Murung lah yang memiliki design tattoo yang paling Indah baik pria dan wanitanya. Menurut Schwaner, tidak semua laki-laki ditatto tetapi budaya tattoo dalam lingkup Dayak Biaju masih ada di tahun 1850an, diantaranya: jika seorang pria memiliki tattoo  dua garis spiral yang saling bertemu dengan gambar bintang di kedua bahu menandakan ia telah memotong beberapa kepala, ada juga motive dua garis yang saling bertemu dengan sudut akut dibalik jari kuku menunjukan pria tersebut mahir mengukir kayu.

Sebagian rumpun biaju terutama yang di sepanjang DAS Barito menato wajahnya terutama dibagian kening, pipi dan diatas bibir. Beberapa waktu lalu aku pernah berdikusi dengan Paman Glol, salah satu pengukir Dayak Benuaq mengenai motive tattoo, karena memang Dayak Benuaq adalah satu rumpun masih dengan suku-suku Dayak di Kalimantan Tengah, terutama Maanyan, Lawangan, dan Dusun. Dahulu katanya orang Benuaq pun punya tattoo di bagian pipi ini dua buah garis kurang lebih seperti ini:

Motive tatto wajah

Motive tatto wajah

Untuk bisa menemukan motive ini, jika ada yang mempunyai buku tulisan Ling Roth (penulis masih belum dapat buku ini)

Untuk orang disekitar DAS Kahayan tidak banyak juga informasi kecuali didalam buku Dr. Nieuwenhuis. Motive tattonya dicirikan dengan pola kotak-kotak seperti papan catur di bagian torso, perut, dan lengan. Dalam salah satu literature yang ditulis oleh Charles Hose and R. Shelford dijelaskan tattoo Dayak Ngaju / Biaju hampir menutupi seluruh badan termasuk BAGIAN WAJAH. Tatto dayak ngaju disebutkan memliki design geometris yang rumit dan bergulung-gulung. Beberapa memiliki design seperti papan catur, kebanyakan yang ditatto adalah laki-laki untuk wanitanya design tattonya cukup sederhana mirip dengan tattoo Dayak Kayan dari rumpun Long Glat & Uma Tow.

Mative Tattoo Dayak Ngaju

Mative Tattoo Dayak Ngaju

Sedangkan orang-orang Ot Danum dan Ot Siang telah mengenal pewarna dalam pembuatan tattoonya, umumnya warna yang digunakan ialah biru dan merah. Ini juga sesuai dengan tulisan Kapten Beeckman yang penrah ke daerah Kalimantan Tengah diabad ke-17, ia mengatakan suku disana mewarani tubuhnya dengan warna biru.

Yang paling umum pada prianya adalah tattoo bulat di betis kaki dan juga tattoo  di lutut, lengan, torso, dan tenggorokan, sedangkan wanitanya hanya ditattoo di tangan, lutut dan bagian tulang kering. Salah satu motive tattoo wanita di bagian tulang kering sampai bagian pergelangan kaki adalah dua garis pararel yang dihubungkan oleh beberap garis silang dan bagian pangkal paha ada tattoo yang disebut motive “SURU” (artinya: lalu) adalah gabungan dari motive leher (masih belum dapat motivenya).

Motive SURU pada wanita Dayak Ngaju

Motive SURU pada wanita Dayak Ngaju

Motive Tattoo Kaki Dayak Ngaju

Motive Tattoo Kaki Dayak Ngaju

Motive bulat di bagian betis disebut motive “BUNTER” atau kadang disebut “BULAN”, dan dari bagian bulat itu ada garis zigzag sampai ke tumit disebut “IKUH BAJAN” (Ekor biawak), ada juga motive dibagian kaki kanan dinamakan BARAREK dan dibagian kaki kiri DANDU CACAH. Untuk para kesatrianya dibagian sendi siku akan ditatto dengan motive DANDU CACAH dan seperti salib disebut SARAPANG MATAN ANDAU (Senjata Matahari).

Tatoo Dayak Ngaju

Tatoo Dayak Ngaju

Perbedaan tattoo orang biasa dan para bangsawannya. Jika untuk para bangsawan, tattonya sangat rumit sehingga peneliti Jerman/Belanda masa lalu tidak dapat memberikan deskripis yang tepat mengenai designnya. Sedangkan untuk orang biasa, tattonya cukup sederhana. Prianya ditattoo di bagian dada dan perut denan dua garis lengkung, sedangkan di luar pangkal paha ditatto dengan motive LINSAT (Sejenis Tupai), dan dibagian belakang betis ditattto dengan motive “KALUNG BAWUI” (Rantai Babi) persis seperti mustika ranta babi.

Motive LINSAT

Motive LINSAT

Tatto masyarakat biasa Dayak Biaju

Tatto masyarakat biasa Dayak Biaju

Bekasi 13/Des/2013

Iklan