Tempat Wisata di Palangkaraya & sekitarnya – Part 1


Tempat Wisata di Palangkaraya

Banyak orang yang berkunjung ke Palangkaraya dan berkata “Nggak ada apa-apa disana!“, bahkan tidak ada tempat hiburan atau tongkrongannya. Bener ga seh, ga ada tempat wisatanya di Palangkaraya?

Sebenarnya banyak tempat yang bisa dijadikan tempat untuk menikmati liburan di Palangkaraya, hanya memang setengah hatinya pemerintah dengan program “VISIT KALIMANTAN TENGAH” nya, jadi hanya banyak didirikan hotel-hotel berbintang dan event-event budaya tanpa diimbangi peningkatan tempat wisata yang lebih mengarah agro dan budaya.

Banyak peninggalan-peninggalan seperti betang atau sandung yang bernilai budaya menjadi “kaleka” atau hanya tersisa tiangnya. Padahal jika Pemerintah Provinsi menggaet warga lokal maka dapat menciptakan kampung-kampung wisata.

Kali ini saya akan memberikan beberapa tempat yang menurutku bisa menjadi tempat berwisata, berdasarkan hasil perjalanan ku pulang kampung kemaren.

1. Cafe Tjilik Riwut

Cafe Tjilik Riwut

Cafe Tjilik Riwut

Cafe ini bukan cafe bisa, karena cafe ini merupakan bekas rumah Tjilik Riwut yang merupakan pejuang dan pahlawan nasional. Banyak cerita yang menarik dari kehidupan beliau ketika berjuang melawan penjajah dan bagaimana perjuangan beliau untuk mendirikan propinsi Kalimantan Tengah.

Suasana Dalam Cafe yang dihiasi plakat-plakat peninggalan Tjilik Riwut

Suasana Dalam Cafe yang dihiasi plakat-plakat peninggalan Tjilik Riwut

Perjuangan beliau bukan hanya secara fisik bertempur tetapi setelah kemerdekaan ialah membangun ibu kota yang dalam hal ini Palangkaraya yang awalnya hanya hutan rimba, awalnya ia dicemooh dan diragukan. Tetapi karena tekadnya yang kuat maka kota Palangkaraya bisa seperti saat ini.

Foto-foto yang ada di Gallery

Foto-foto yang ada di Gallery

Didalam cafe ini dapat kita lihat berupa peninggalan-peninggalan beliau beruapa pakaian, buku, dan foto-foto. Namun memang sayang beberapa buku tidak dapat diakses untuk dibaca. Namun secara design cafe ini sudah sangat baik. Mungkin jika dapat diputarkan beberap video atau dokumenter mengenai kehidupan beliau akan menambah ke Tjilik Riwut-an cafe ini.

Berfoto bersama Tambi Ida Riwut (salah satu anak Tjilik Riwut)

Berfoto bersama Tambi Ida Riwut (salah satu anak Tjilik Riwut)

Berbicara masalah menu kebanyakn masih sama dengan cafe-cafe pada umumnya tetapi ada satu yang menarik yaitu minuman “BARAM” atau tuak khas Dayak Ngaju, dan juga sudah mengalami improvisasi agar dapat dinikmati oleh semua orang. Tapi kalau penulis lebih menyukai BARAM yang original. Meminum satu gelas kecil baram sebelum tidur akan membuat tidur nyenyak, bahkan jika selama ini penulis alergi gatal dengan minuman beralkohol, maka tidak demikian dengan BARAM.

Jadi berkunjung ke cafe ini kita bisa bersantai sekaligus berwisata sejarah.

2. Museum Balanga

Museum Balanga

Museum Balanga

Saya pikir ini satu-satunya museum di Palangkaraya, museum ini sudah mengalami rehab dan jauh lebih baik ketimbang dahulu yang terkesan angker. Museum ini jika dilengkapi informasi audio visual makan akan sangat lebih baik. Dan pemprov bisa melakukan beberapa event disini untuk meningkatkan kesadaran akan budaya.

IMG_4072

3. Taman di Kantor Gubernur

Suasana di Taman Kantor Gubernur

Suasana di Taman Kantor Gubernur

Taman ini terletak didepan kantor gubernur dan disini ada semacam air mancur yang akan menambaj indahnya suasana. Tempat ini bisa menjadi lebih menarik jika dijaga keamanannya supaya tidak dijadikan tempat mabuk-mabukan. Apalagi jika ditambah kursi-kursi dan akses wi-fi. Sehingga ini akan bisa menjadi alternatif untuk bersantai, bersosialita, menulis, membaca dsb..

Saya sendiri lebih menyukai suasana malam di taman ini, karena cukup enak dan indah untuk bersantai bersama teman-teman.

Bersama teman di Taman Kantor Gubernur

Bersama teman di Taman Kantor Gubernur

DSC07281

Numpang Narsis

Numpang Narsis

3. Bundaran Besar & Sekitarnya

Bundaran besar adalah titik nol di kota Palangkaraya, perlu diketahui Palangkaraya memiliki banyak sekali Bundaran. Nah disekitar bundaran ini terdapat banyak sekali tempat “warung” semacam cafe dan juga ada PALMA – mall yang lebih mirip rumah hantu sekarang.

Bundaran sering dijadikan tempat berolahraga pada waktu pagi atau sore hari. Tempat ini bisa dijadikan alternatif nongkrong bersama teman-teman, jika saja diperindah dengan lampu-lampu pada malam hari dan adanya air mancur dan kursi-kursi. Disamping itu kita juga bisa bersantai di jalan Yos Sudarso didepan Bundaran ini untuk menikmati jagung bakar, roti bakar, dsb.

Bersama teman di Bundaran Besar

Bersama teman di Bundaran Besar

4. Jembatan Kahayan & sekitarnya

Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan

Jembatan ini semakin terkenal setelah acara Mister Tukul Jalan-Jalan, dimana didalam tayangan ini disebutkan dibawah jembatan ini terdapat penguasanya “BUAYA PUTIH” sampai-sampai dukun Mister Tukul pun kewalahan. Bisa dipercaya atau tidak kisah tersebut, tapi memang ada urban legend yang mengatakan demikian.

Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan

Disamping kisa mistik tersebut, jembatan ini menawarkan pemandangan yang indah di sore hari, anda dapat menikmati susasana dengan menikmati makan di “KAMPUNG LAUK” – salah satu tempat makan yang cukup enak dan murah di Palangkaraya. Hanya memang kolam-kolam ikanya tidak terawat agak memberikan suasana yang tidak menyenangkan.

Didekat situ juga terdapat Taman Wisata Kum-kum. Taman ini menyajikan pemandangan sungai Kahayan sambil bisa menikmati makanan di pondok-pondoknya. Disamping itu juag terdapat beberapa hewan seperti buaya, beruang, burung enggang, monyet yang dikandang di taman ini. Hanya memang sayang penanganan hewannya masih belum maksimal.

Bersama teman di Kum-Kum

Bersama teman di Kum-Kum

Bersama teman di Kum-Kum

Bersama teman di Kum-Kum

Disamping kita menikmati makan di Kum-kum kita juga bisa menumpang di perahu “KELOTOK” di dermaga untuk sekedar merasakan sensasi menaiki kelotok menyusuri sungai Kahayan

Naik Kelotok menyusuri sungai Kahayan

Naik Kelotok menyusuri sungai Kahayan

Suasan sekitaran sungai Kahayan

Suasan sekitaran sungai Kahayan

4. Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Jalan arut ini unik, dimana jalannya merupakan semacam jembatan kayu, dahulu ketika penulis masih kecil tempat disini indah, airnya masih jernih. Namun sekarang sudah bau karena banyaknya sampah. Padahal tempat ini bisa dikembangkan menjadi kampung wisata. Jika saja pemerintah kota mau dan berkreatifitas.

Sampah disekitaran Jalan Arut

Sampah disekitaran Jalan Arut

Sampah disekitaran Jalan Arut

Sampah disekitaran Jalan Arut

Sampah disekitaran Jalan Arut

Sampah disekitaran Jalan Arut

Disekitaran jalan ini masih banyak rawa dan hutan yang sangat indah dan memberi ketenangan. Jika dihiasi lampu-lampu pada malam hari akan menambah suasan romatis jalan ini. Jika pemerintah kota Palangkaraya mau mengembangkan daerah ini, bisa menggaet warga sekitar untuk bersama menjaga kebersihannya dan mulai kembangakn indsutri rumahan baik berupa anyaman, makanan dan wisata perikanan.

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

 

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

Suasana Jalan Arut

IMG_4247

Di part-2 akan saya bahas lagi tempat-tempat wisata yang menarik di Palangkaray dan sekitarnya.. Tabe

Bekasi 9/Januari/2014

Iklan