TEMPAT PERTAPAAN BUKIT BATU


TEMPAT PERTAPAAN BUKIT BATU

1495465_3734271132408_1632986265_n

Bukit batu adalah tempat yang sangat tidak asing bagi warga Kalimantan Tengah, bukit ini sangat dikenal karena merupakan tempat BALAMPAH atau bertapanya Tjilik Riwut – salah satu pahlawan nasional dan pendiri propinsi ini. Disamping terkenal sebagai suatu tempat mistis, tempat ini juga menawarkan keindahan alam dan pesona hamparan batu alam yang tersusun apik. Berjarak 50 km dari kota Palangkaraya atau sekitar 2 jam perjalanan, akan memberikan suatu pengalaman spiritual dan sejarah buat kita.

IMG_4416

Pemandangan Disekitar Bukit Batu

Pemandangan Disekitar Bukit Batu

Dahulu orang tua Tjilik Riwut yang bernama Riwut Dahiang menginginkan seorang anak laki-laki, maka ayahnya ini melakukan ritual BALAMPAH atau bertapa di bukit ini, memohon untuk diberikan seorang anak laki-laki sebab setiap anak laki-lakinya lahir selalu meninggal. Singkat cerita Riwut Dahiang memperoleh petunjuk bahwa ia akan memperoleh seorang anak laki-laki dan akan mengemban tugas khusus buat sukunya. Bahkan saat dari hasil balampah inilah Tjilik Riwut memperoleh wangsit untuk pergi ke Pulau Jawa, padahal pada zaman itu nyaris musthahil, karena untuk ke Banjarmasin saja sangat sukar.

Dari hasil berbicang dengan salah satu keluarga Datuk Tjilik Riwut, penulis mengetahui bahwa Bukit Batu dahulu merupakan tempat yang ditakuti karena keangkerannya, disana dahulu merupakan hutan belantara banyak pohon-pohon yang besar. Bahkan jika seseorang ingin melewati jalur bukit batu ini, maka orang itu akan mencari jalan lain menghindarinya karena konon banyak orang yang hilang jika melewati areal ini. Tidak sekarang, Bukit Batu sudah tidak dikelilingi hutan belantara dan terletak persis dipinggir jalan Tjilik Riwut di Kasongan.

Sebelum kita mengenal seperti apa Bukit Batu, mari kita cari tahu dahulu bagaimana legendanya Bukit Batu ini. Konon dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama BURUT ULES di desa Tumbang Liting. Burut Ules ini dikenal karena kesaktiannya. Suatu ketika Burut Ules ini sedang bekerja di tengah-tengah hutan belantara dan ia melihat 7 bidadari yang turun dari langit dan mandi disebuah telaga. Burut Ules ini menunggu para bidadari dibalik semak-semak. Setelah para bidadari ini selesai mandi dan hendak memakai pakaiannya, Burut Ules tiba-tiba muncul dari semak-semak dan langsung memeluk salah satu bidadari itu yang tidak lain adalah bungsu dari para bidadari ini. Singkat cerita Burut Ules ini menikahi sang bidadari ini, agar tidak kembali ke khayangan Burut Ules menyembunyikan pakaian sang bidadari. Kemudian keluarga ini memiliki seorang anak laki-laki.

Kemudian istri Burut Ules ini memperkenalkan saudaranya yang MAMUT MENTENG (Gagah Perkasa), namun lantaran kedua saudara ini sering pergi berduaan mandi di telaga dan meninggalkan anaknya yang masih bayi. Burut Ules tidak menerimanya, kemudian ia membunuh pemuda itu. Maka ketika sang istri tahu, ia menjadi marah dan pergi membawa anaknya meninggalkan Burut Ules. Dan istrinya sempat berpesan bahwa nanti kalau anaknya sudah dewasa ia akan kembali ke alam ayahnya karena manusia tidak bisa tinggal di alam ibunya,

Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar suara gemuruh kilat memekakan telinga. Petir kilat sambar menyambar. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah menggaib bersama istrinya itu telah dewasa, Sesuai janji apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam ayahnya bertempat tinggal, maka janji itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit itulah yang menjadi Bukit Batu dan anak Burut Ules lah yang menjadi penguasa di situ.

Penulis bersama teman-teman pergi mengunjungi tempat pertapaan ini, sebelum kami pergi kesana, kami menyempatkan diri untuk menjiarahi makam Tjilik Riwut. Karena selama penulis di Palangkaraya tidak pernah sama sekali pergi ke taman makam pahlawan SANAMAN LAMPANG, Palangkaraya. Dan baru penulis ketahui hubungan kekeluargaan antara penulis dengan Datuk Tjilik Riwut ini.

Menjiarahi Makam Datuk Tjilik Riwut

Menjiarahi Makam Datuk Tjilik Riwut

Usaha untuk memasuki Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang

Usaha untuk memasuki Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang

Memasuki areal bukit batu ini kita akan disambut oleh sebuah batu yang bernama BATU BANAMA – Banama dalam bahasa Sangiang artinya perahu besar. Batu ini adalah pintu gerbang untuk masuk ke lingkungan Bukit Batu. Kalau dilihat dari depan bentuknya mirip dengan peta Propinsi Kalimantan Tengah, dan batu ini juga menunjukan jumlah anak sungai yang ada di Kalimantan.

BATU BANAMA

BATU BANAMA

Piknik didepan areal Bukit Batu

Piknik didepan areal Bukit Batu

Disamping BATU BANAMA kita akan melihat BATU KERAMAT, yang memiliki hubungan dengan riwayat Tjilik Riwut

BATU KERAMAT

BATU KERAMAT

Kemudian ada BATU SIAL – konon ini adalah tempat orang membuang sial, barang siapa yang mempunyai kesialan hidup maka dia dapat membuangnya dengan cara berniat menaiki batu ini. Sesampainya diatus batu dia “MELAHAP” – atau pekikan khas Dayak sebanyak tiga kali.

BATU SIAL

BATU SIAL

Di areal ini juga banyak PASAH PATAHU atau rumah kecil tempat menaruh sesaji untuk para roh yang ada disana.

PASAH PATAHU

PASAH PATAHU

Kemudian ada BATU DEWA, konon apabila berniat baik memohon sesuatu dan bisa menaiki batu ini niscaya akan terwujud

BATU DEWA

BATU DEWA

BATU PENYANG – Batu ini berfungsi sebagai tempat meminta pegangan kekuatan mental spiritual dan keberanian dalam menghadapi musuh atau masalah disepanjang kita meyakini dengan niat baik.

BATU PENYANG

BATU PENYANG

BATU RAJA – apabila seseorang berjodoh dari batu ini akan muncul berupa batu kerikil. Jika seseorang pemimpin mendapatkan batu ini maka ia akan bersifat adil dan bijaksana.

BATU RAJA

BATU RAJA

Kemudian ada BATU GAIB/BERTAPA – Batu ini didiami oleh Roh Gaib yang dapat menolong menusia dalam bentu wangsit dan memberikan barang pusaka. Apabila pantangan dalam pemberian pusaka itu dilanggar maka barang pusaka akan hilang atau gain

BATU GAIB

BATU GAIB

Lalu ada BATU TINGKES atau NENUNG PAMBELUM – Kono jika bisa masuk dan keluar dari batu ini maka kehidupan akan senang dan bahagia serta terkabul keinginannya. Penulis dan teman-teman mencoba melewati batu tingkes ini, awalnya agak meragukan karena badan penulis yang cukup besar ternyata bisa dilalui juga.. hehe

BATU TINGKES

BATU TINGKES

BATU TINGKES

Tidak jauh juga dari arela bukit batu ini kita akan menemukan sebuah kolam keramat – KOLAM KAMELOH, yang konon jika mencuci muka dengan air ini, wajah akan terlihat awet muda . Konon air di sumur ini tidak akan pernah kering. so lets try..

KOLAM KAMELOH

KOLAM KAMELOH

Jadi kalau bekesempatan ke Palangkaraya sempatkanlah mengunjungi tempat wisata mistis, sejarah dan wisata alam Bukit Batu.

Tabe

Bekasi 17/Jan/2014

Iklan