KANGKAMIAK


KANGKAMIAK – Adalah roh atau hantu yang dikenal orang Dayak, kadang ia sering disebut BURUNG HANTU karena kadang berwujud seperti burung. Kadang juga kangkamiak ini tampil seperti kuntilanak, kuku nya panjang dan memiliki rambut panjang. Bedanya dengan Kuntilanak, kuntilanak diyakini adalah arwah wanita yang mati akibat melahirkan dengan kadang tampil dengan kondisi punggung yang berlubang, sedangkan Kangkamiak sering tampil dalam bentuk burung hantu yang besar.

Kangkamiak

Kangkamiak

Konon Kangkamiak adalah manusia yang belajar ilmu ghaib, karena sangking tinggi ilmu dan salah jalannya maka ia menjelma menjadi semacam burung hantu yang besar, kadang juga ia dapat menjelma menjadi wanita cantik, mula-mula diawali suaranya mirip seperti bayi yang menangis. Selama Kangkamiak ini masih berbentuk burung hantu, ia tidak berbahaya. Tetapi jika ia sudah menjelma dalam bentuk wanita dengan muka yang menyeramkan dan lidah yang panjang serta kuku yang panjang dan tajam dan apabila dicakar oleh Kangkamiak ini dapat mengakibatkan kematian.

Ada satu kisah nyata di Desa Tumbang Habaun, disana ada dua kakak adik yang ikut bapaknya ke hutan, mereka berdua tinggal di “pasah”-pondok kecil ikut bapaknya “mantat”-menyadap karet, karena bahan makanan yang habis bapaknya pulang sebentar ke kampung sedangkan kedua anak ini ditinggal di pasah sambil menunggu bapanya. Setelah bapaknya pergi tiba-tiba mereka didatangi Kangkamiak berupa mahkluk jahat berambut panjang, kukunya panjang, seperti manusia tapi bukan. Makhluk ini ingin memangsa kedua anak ini, mereka sangat ketakutan dan mereka berteriak menangis memanggil bapaknya, tapi bapaknya tidak mendengar. Kemudian  kakanya berkata sama adeknya “Ingat lakun doa bapa bahut nah” – ingat doa bapak biasanya… Lalu mereka bersama berdoa kira-kira begini “Tuhan Yesus terimakasih akan berkat panginan je inyadiam tuh” – Tuhan Yesus terimakasih buat berkat makanan yang Engkau sediakan ini” lalu kangkamiak itu tiba-tiba menghilang. Nampaknya kangkamiaknya berfikir dua kali untuk memangsa kedua anak ini sebab mereka lebih dahulu berdoa untuk memangsa sang Kangkamiak hehe..

Tabe

Surabaya 11/Feb/2014

Iklan