Mitos asal usul langit dan bumi (menurut suku Dayak Benuaq subgrup Lawangan)


Mitos asal usul langit dan bumi (menurut suku Dayak Benuaq subgrup Lawangan)

Oleh : Kakaah Pahiiq

IMG_4418

Pada mulanya dunia ini kosong dan gelap adanya. Roh Yang Maha Kuasa Pedrjadiq Bantikng Langit Pertikaaq Bantikng Tuhaaq yang bertahta di Langit Sulau Dasa, Langit Usuk Wari tergerak hatinya ingin berbuat sesuatu.  Diciptakannya suatu tempat bernama Batuq Diikng Dingkiikng Leputukng Rangkakng Bulau. Di tempat tersebut dimukimkannya Roh Laki-Laki dan Roh Perempuan masing masing bernama Imang Mengkelayekng dan Bawe Lolaakng Kintrakng. Hasil perkawinan kedua Roh itu memperanakkan Olo Taman Ketolo (Matahari), Bulaatn Taman Ketalaatn (Bulan), Bintakng Taman Ketaniq (Bintang-bintang). Batuq Diikng Dingkiikng Leputukng Rangkaakng Bulau jadi terang benderang oleh cahaya Matahari, Bulan dan Bintang-bintang. Namun tempat itu terlalu sempit buat mereka. Jumlah mereka terlalu banyak terutama bintang-bintang. Diantara prabintang yang banyak itu yang paling terkenal ada 12 yaitu Pengkuluuq, Piyuluq, Poti, Sempuaatn, Bemanuk, Berurukng, Belentookng, Bemari, Perejotek, Perejowek, Suriq Odiq, Kotop Konom. Sepanjang hari dan sepanjang malam mereka merengek dan menangis minta dibuatkan tempat yang lebih luas. Tangisan mereka didengar oleh Perjadiq, maka diutusNya Roh Maha Mendengar dan Maha Hadir bernama Ayus Junyukng, Roh Maha Mengetahui dan Maha Murah bernama Siluq Urai, Roh Maha Mengadakan bernama Tak Tungkaatn Ayaatn danKakaah Tungkaatn Anai, Roh Maha berberbuat bernama Sengkereaakng dan Sengkerepaakng. Mereka diberi tugas membuat tempat yang lebih luas bernama Langit Tana (Langit dan Bumi). Tak Tungkaatn Ayaatn dan Kakaah Tungkaatn Anai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Sengkereakng membangun bumi dan Sengkerepakng membangun langit.Pekerjaan berjalan lancar berkat pengaturan dan pedoman dari Ayus Junyukng dan Siluq Uraai. Setelah bekerja tanpa henti selama 8 hari 8 malam Langit dan Bumipun selesai. Matahari, Bulan dan Bintang-bintang pun tertawa riang, dan pergi berkeliaran sekehendak hatinya.

Matahari berjalan mengitari langit menurut 3 macam rute, sebelah utara katulistiwa, pada katulistiwa dan sebelah selatan katulistiwa.Rute sebelah utara digunakan untuk mengingatkan manusia agar bersiap-siap memasuki musim penyiapan lahan u ntuk ladang (menebas, menebang dan membakar). Rute menyusuri katulistiwa dimaksudkan untuk mengingatkan manusia agar bersiap-siap memasuki musim tanam. Rute sebelah selatan katulistiwa dimaksudkan untuk mengingatkan manusia agar bersiap-siap memasuki musim panen. Perjalanan ini dilakukan Matahari secara konsisten sepanjang tahun.

Para bintang juga tidak mau tinggal diam. Mereka pergi dengan mebuat lintasan tersendiri YAITU GARIS LURUS YANG MEMOTONG KATULISTIWA  dari arah Timur Tenggara ke arah Barat Laut. Intensitas cahaya yang memancar ke bumi dipengaruhi oleh para bintang ini, yang membentuk iklim tahunan. Itu sebab para bintang ini disebut Bintakng Tautn (Bintang Tahun). Bintang ini menjadi pedoman para petani dalam menggarap ladangnya. Ketika sebuah bintang sedang melintasi katulistiwa saing hari dan bertepatan dengsan keberadaan matahari ditempat yang sama, maka saat itu disebut Dotutn Bintakng. Cahaya matahari yang sampai ke bumi merupakan kombinasi antara cahaya matahari dan cahaya bintang. Dotutn Bintakng berarti Matahari dan Bintang pada jam 12 siang sama-sama tegak lurus bumi. Dotutn Bintakng ini merupakan pedoman para petani dalam membakar ladang agar mendapat hasil panen yangbaik dan aman. Pedoman yang paling baik adalah membakar ladang pada saat kehadiran Dotutn Bintakng Poti atau Bintakng Sempuaatn. Bila petani membakar ladangnya pada saat Dotutn Piyuluq, maka padi yang ditanam akan diserang burung pipit. Pembakaran ladang yang dilakukan pada saat Dotutn Bintakng Bemanuk maka akibatnya akan terjadi rembetan api bisa membakar hutan yang ada di sekitarnya (“seraau”). Selanjutnya bila pembakaran dilakukan pada saat Dotutn Bintakng Berurukng, maka padi yang ditanam akan terserang hama ulat.

Tabe

Iklan