MANDAU LAKI-LAKI & PEREMPUAN DAYAK PASER


MANDAU LAKI-LAKI & PEREMPUAN DAYAK PASER

Kali ini penulis akan membagikan hasil diskusi FOD mengenai jenis mandau. Ternyata dalam pembuatan mandau sering dibuat berpasangan yang satu mandau laki atau dalam bahasa Dayak Pasernya “MENDAU SONG” , Dayak Ngajunya “MANDAU HATUE” dan yang satunya adalah mandau perempuan  atau disebut “MENDAU BAWE”, Dayak Ngajunya “MANDAU BAWI”.

MENDAU BAWE - Courtesy Medy Budun

MENDAU BAWE – Courtesy Medy Budun

Mandau laki biasanya yang dibawa untuk keluar dan mandau perempuan ditaruh dirumah sebagai penjaga. Perbedaan antara Mandau Laki dan Mandau Perempuan terletak pada arah kikiran pada bagian mandau yang tajam saling berlawanan antara yang laki dan yang perempuan yaitu laki mengarah kekanan dan perempuan mengarah kekiri. Untuk kuran panjang Mandau Laki sekitar 60cm sedangkan untuk Mandau Perempuan sekitar 40cm. Juga dapat dilihat dari ujung gagang paling atas apbila agak panjang maka Mandau Hatue dan apabila pendek maka itu mandau bawi.

MENDAU SONG - Courtesy Medy Budun

MENDAU SONG – Courtesy Medy Budun

Dalam budaya Paser, parang untuk kerja maka gagangnya menghadap kebawah ( sekuleng po iwa : menghadap kebawah) kalau mendau di buat pasti kegunaannya adalah senjata untuk berperang maka gagangnya menghadap keatas (sekuleng po ombo : menghadap keatas). Oleh karena itu Mendau kadang di sebut OTAK BONTUL l : “parang enggan” yang berarti enggan di pake kerja karena senjata khusus buat perang.

Tabe

Bekasi 28/Feb/2014

Nara Sumber:

Medy Budun

Yuwendry Lusian Roda

Erai Tingen

Iklan