SOLEP – BENTUK IKONOGRAFIK DAYAK NGAJU


SOLEP – BENTUK IKONOGRAFIK DAYAK NGAJU

SOLEP

SOLEP

Dayak memang tidak mengenal budaya tulis tetapi seperti kebudayaan Indian, Mesir kuno menggunakan gambaran deskriptif. Nah Dayak Ngaju juga mengenal hal yang sama untuk mendokumentasikan suatu persitiwa melalui ilustrasi naratif yang salah satunya diaplikasikan pada tabung bambu (solep). Ilustrasi naratif berarti ilustrasi yang menggambarkan rentetan (atau suksesi) suatu peristiwa, seperti relief pada Candi Borobudur. Menurut kepercayaan Dayak, tabung bambu semacam ini digunakan sebagai wadah penyimpanan ilmu pengetahuan dan hal tak kasat mata yang menjaga kesehatan dan kemakmuran pemiliknya.

SOLEP

SOLEP

Tabung dihiasi dengan berbagai motif dan ilustrasi dengan tujuan tersebut, juga untuk menjaganya dari roh jahat. Menurut kepercayaan Dayak, dunia terbagi menjadi tiga alam: dunia atas, dunia manusia, dan dunia bawah (air). Tabung bambu ini memperlihatkan ikonografi atau simbol keagamaan Dayak Ngaju tersebut. Ilustrasi ini harus dibaca dengan cara sedemikian rupa, dengan diputar dan dibalik. Satu bagian menunjukkan adegan upacara kematian “tiwah”. Pada adegan tersebut terdapat batang garing (pohon hayat) dan sanggaran, atau orang yang mati. Terdapat juga pendeta yang memimpin upacara dengan menabuh gong. Selain itu terdapat pula kepala tanpa tubuh yang dikorbankan (kayau). Bagian lain dari tabung menunjukkan mihing, yaitu perangkap ikan mitologis yang mengandung barang-barang berharga, gerabah, dan sebagainya yang merupakan bekal kubur; juga makhluk-makhluk air yang mengantarkan ke alam kehidupan setelah mati.

SOLEP

SOLEP

Sumber: Museum

Tabe

Bekasi 24/Maret/2014

Iklan