TRADISI MENGHIAS NISAN DAYAK KENYAH


TRADISI MENGHIAS NISAN DAYAK KENYAH

Kuburan Dayak Kenyah di Bulungan

Kuburan Dayak Kenyah di Bulungan

Dayak Kenyah salah satu sub suku Dayak yang terkenal akan keindahan ukiran-ukirannya. Keindahan ukiran-ukiran ini tidak ditinggalkna oleh Dayak Kenyah walaupun mayoritas mereka sudah beragama Kristen, menariknya ukiran ini tidak hanya dibuatkan pada LAMIN atau rumah adatnya tetapi pada nisan salib dan peti matinya, apalagi jika yang meninggal ini adalah tokoh atau bangsawan Dayak Kenyah atau disbeut PAREN maka akan ada inkulturasi kebudayaan dengan kekristenan – sementara dibanyak sub suku Dayak lain tradisi menghias tabal/peti mati ini sudah ditinggalkan hanya masih dipraktekan oleh yang beragama KAHARINGAN.

Salah satu nisan salib di Pulau Sapi - Malinau

Salah satu nisan salib di Pulau Sapi – Malinau

Umumnya peti matinya terbuat dari kayu bulat yang dilubagi bagian tengahnya dan diberi hiasan atau ukiran-ukiran khas Dayak Kenyah. Biasanya didalam tabala / peti mati orang kenyah akan dilengkapi dengan manik-manik dan barang-barang kesayangan orang yang meninggal tersebut. Dibeberapa daerah lain tradisi menaruh pakaian, dompet atau benda kesayangannya masih dilakukan. Makanya tidak mengherankan banyak sekali kuburuan Dayak Kenyah yang dibongkar oleh para pencuri untuk mencari manik-manik tua atau benda-benda pusaka laiannya.

Peti Mati diberi manik-manik

Peti Mati diberi manik-manik

Tabe

Bekasi 25/Maret/2014

 

 

 

Iklan