EKSPEDISI KE TAJAHAN HANGKI


EKSPEDISI KE TAJAHAN HANGKI

TAJAHAN HANGKI

TAJAHAN HANGKI

Sebelumnya sodara Malahoi Desaku pernah membagikan kisah Epic Kepahlawana HANGKI atau BANDEHUN yang merupakan salah satu legenda Dayak yang terkenal, seorang Jipen (Budak) yang dapat mengangkat harkat Martabat dirinya, sehinga namanya menjadi salah satu yang di-keramatkan, yaitu KERAMAT HANGKI yang berada di Manuhing, Desa Tumbang Mantuhe, Kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah. (Baca: LEGENDA BANDEHUN).

Penulis berkesempatan pergi ke Desa Tumbang Mantuhe, sebab memang leluhur penulis berasal dari kampung ini – dalam catatan lain akan di share hasil ekspedisinya.

Ternyata kisah HANGKI ini bukan hanya sebuah Legenda atau Fabel semata – sebab masih ada artifact-artifact peninggalan HANGKI ini baik itu Sandung Ibu HANGKI, bekas rumahnya, Keramatnya, bahkan Mandaunya – hanya untuk Mandau HANGKI penulis tidak sempat melihatnya, sebab MANDAU ini disimpan oleh salah satu keluarga keturunan HANGKI di Palangkaraya. Dari hasil cerita dengan Bapa Prani (salah satu tokoh Tumbang Mantuhe) konon dahulu para ASANG KAYAU yang menyerang kampung HANGKI membunuh serta banyak menawan warga kampungnya menjadi JIPEN/budak, pada waktu itu Ibu HANGKI sedang hamil tua dan salah seorang ASANG yang menyerang menebas perut Ibu Hangki sehingga bayinya keluar dari dalam perutnya. Tetapi ajaib, bayi yang keluar dari perut ibunya itu selamat, kemudian seeokor anjing menyelamatkan bayi itu dari kekejaman para Asang dan mengasuhnya. Bayi inilah yang disebut HANGKI.

HANGKI ini kemudian membalas dendam keluarganya dia meminta pendapat kepada orang tua asuhnya (anjing yang mengasuhnya) sehingga di berikanlah kepadanya Penyang Asu, yang menyebabkan HANGKI memiliki keberanian, kecepatan, ketajaman, naluri seperti Anjing. Setelah ia berhasil membalas dendam itu namanya menjadi BANDEHUN, konon BANDEHUN ini menggaib sehingga ia memang tidak memiliki keturunan langsung. Untuk menghormati HANGKI maka warga Tumbang Mantuhe tidak boleh membunuh atau memakan anjing sampai saat ini.

Letak TAJAHAN HANGKI ini berada diseberang Desa Tumbang Mantuhe dan tidak ada akses jembatan menuju ketempat itu satu-satunya cara adalah menggunakan kelotok atau perahu, namun saat ini penduduk desa sudah sangat jarang menggunakan perahu atau kelotok lagi sebab sudah adanya akses jalan. Ketika penulis berada disana, hari pertama tidak berhasil pergi ke TAJAHAN HANGKI sebab tidak adanya perahu / kelotok yang bisa digunakan. Esoknya kami mendengar ada yang membawa kelotok ke arah hulu, maka kami mencoba kearah Hulu namun sangat disayangkan sekali ternyata kelotoknya sudah pergi kembali kaarah hilir. Kami coba bertanya kepada para penyedot emas disekitar situ, mereka pun tidak memiliki perahu hanya menggunakan sampan dari bambu.

IMG_5137Penambang Emas yang kami tanyakan

Penambang Emas yang kami tanyakan

Saat itu aku sudah merasa hampir putus asa untuk pergi ke TAJAHAN HANGKI ini, penulis sempat bergumam “Ohh Datu HANGKI padahal aku toh nah handak mampalampang sewut saritan ayum, ndohop ikei mangat tau ngguang ukam”“Ohh Datu HANGKI padahal aku ini ingin mengangkat cerita kepahlawananmu, tolonglah kami untuk bisa ketempatmu” anehnya keberuntungan memihak kami tiba-tiba ada kelotok yang lewat dan mereka mau mengantarkan kami pergi ke TAJAHAN HANGKI ini.

IMG_5138Kelotok yang membawa kami

Kelotok yang membawa kami

Sesampainya dilokasi TAJAHAN HANGKI ini, tidak ada tangga untuk naik keatasnya, sebab topografi tanahnya hampir 90 derajat, maka kita harus berpegangan dengan kayu dan akar-akaran yang ada – dahulu memang ada tangga sebab pernah direhab pada tahun 2009 yang lalu oleh salah seorang pejabat Gunung Mas untuk meminta hajat supaya mendapatkan jabatan penting, saat ini memang dua kali ia mendapatkan jabatan penting itu, tetapi merehab tempat ini dengan setengah hati hanya karena ada maunya padahal tempat ini bisa dikembangkan menjadi tempat wisata Budaya dan Sejarah asalkan pemerintah daerahnya serius bahkan lebih meyedihkan lagi banyak tanah warga Mantuhe yang dicaplok oleh perusahaan Sawit TANPA ganti rugi akibat dibeking pejabat ini.

IMG_5144 IMG_5145

Isi TAJAHAN HANGKI

Isi TAJAHAN HANGKI

Sesampainya diatas disana terdapat keramat atau Tajahan HANGKI yang dalam keadaan menyedihkan karena tidak terawat dan didekat TAJAHAN ini terdapat sandung Ibunya HANGKI yang dibunuh asang, namun karena sudah berusia ratusan tahun sandung Ibu HANGKI ini menyatu dengan sebatang kayu yang sangat besar – karena ibunya yang mati berdarah maka sandungnya hanya terbuat dari satu tiang tunggal, disekitar sandung Ibu HANGKI ini terdapat bekas-bekas keramat yang usianya jauh lebih tua sebab terdapat patung-patung keramat yang hampir tidak terlihat karena dimakan usia.

 

IMG_5148 IMG_5147

Pohon yang menyatu dengan Sandung Ibu HANGKI

Pohon yang menyatu dengan Sandung Ibu HANGKI

IMG_5151 IMG_5150

Bekas Keramat HANGKI

Bekas Keramat HANGKI

Untuk bekas Betang/Rumah HANGKI letaknya cukup jauh dan dahulu masih tersisa tiangnya, tapi sekarang mungkin sudah tidak ada lagi sebab sudah termakan usia. Folks rencananya kami akan kembali lagi ke daerah ini dan mencoba membersihkannya sehingga situs-situs bersejarah kita tidak hilang termakan usia. Ini akan menjadi suatu project lain yang akan dilakukan teman-teman FoD dan LF.

Tabe

Bekasi 2/April/2014

 

Iklan