EKSPEDISI KAMPUNG PAHANDUT (Kampung Dayak Pertama di Palangkaraya)


EKSPEDISI KAMPUNG PAHANDUT
(Kampung Dayak Pertama di Palangkaraya)

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Kota Palangkaraya bukanlah sebuah kota yang tua, tetapi berasal darui sebuah pedukuhan kecil yang bernama PAHANDUT. Ketika Kalimantan Tengah memisahkan diri dengan Kalimantan Selatan maka dimulailah mencari tempat yang akan menjadi ibu kota propinsi. Saat itu banyak kota yang mengajukan diri untuk menjadi ibu kota, tetapi Tjilik Riwut ingin membuat kota baru dan tanpa ada bekas-bekas penjajahan kolonial Belanda atau Jepang. Project ini pun sangat disambut baik oleh Presiden Sokarno, maka itulah sebabnya Soekarnopun ingin memindahkan Ibu Kota Republik ini ke Palangkaraya. Maka dipilihlah sebuah pedukuhan kecil di DAS Kahayan, yang jika kita buat garis maka kota ini akan berada tepat di tengah-tengah Indonesia. Nama Pahandut sebenarnya adalah nama seseorang yaitu Bapak Handut. Handut adalah nama anak tertua bapak ini, sesuai adat dayak untuk memanggil seseorang berdasarkan nama anak tertuanya.

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Perkampungan yang kaya akan sejarah ini, saat ini menjadi perkampungan yang padat dan kumuh. Orang-orang Dayak penduduk aslinya banyak yang pindah ke tempat lain – sebab beberapa kali tempat ini mengalami kebakaran akibat juga semakin padatnya pendatang terutama dari Banjar. Namun bukan berarti tidak ada sisa-sisa peninggalan Budaya Dayak ditempat ini.

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Suasana pinggiran Sungai Kahayan di Pahandut

Dahulu di Pahandut terdapat sebuah HUMA HAI – Rumah Asli Dayak Ngaju yang terletak didepan Pelabuhan Rambang – dan keluarga penulis juga ada yang merupakan penghuni HUMA HAI ini, namun ketika terjadi kebakaran maka sudah tidak ditemukan lagi HUMA HAI ini. Maka untuk menelusuri lagi peninggalan Dayak di Pahandut ini team FoD Palangkaraya melakukan ekspedisi pada tanggal 29 Maret 2014 yang lalu. Sebab ada banyak spot yang menarik untuk dikunjungi di Palangkaraya hanya memang Pemerintah Kota masih belum optimal mengembangkan object-object wisata ini.

PESANGGRAHAN SOEKARNO

Pesangrahan Soekarno

Pesangrahan Soekarno

Tidak semua orang Palangkaraya tahu bahwa dahulu ada sebuah pesanggrahan Presiden Soekarno di Palangkaraya. Dahulu ketika Presiden Soekarno pergi ke Kalimantan Tengah untuk meletakan batu pertama pembanguan kota Palangkaraya, maka dibangunlah sebuah pesanggrahan untuk beliau. Pesanggrahan ini terletak di jalan Kalimantan, gang Pesanggrahan.
Saat penulis pergi ke lokasi ini yang tersisa hanya sebuah tiang jihinya sebab kono pada tahun 70an pernah terjadi kebakaran. Dan saat ini sisa pesanggrahan ini dijadikan KRAMAT buat orang-orang yang ingin berhajat tertentu dengan mengikatkan kain kuning pada tiang ini. Penulis mencoba menggali informasi dengan penduduk disekitar pesanggrahan ini ternyata tidak ada yang tahu sama sekali sebab ternyata mereka adalah pendatang baru yang menempati areal pesanggarahan. sehingga tiang pesanggrahan ini diimpit oleh pemukiman tanpa ijin ini. Memang sangat disayangkan, padahal tempat ini jika dierehab ulang akan menjadi daya tarik wisata pinggiran sungai yang menarik – karena memang lokasinya yang berada dipingiran sungai Kahayan.

Pesangrahan Soekarno

Pesangrahan Soekarno

KRAMAT PASAH PATAHU

Pasah Patahu Pahandut

Pasah Patahu Pahandut

Pasah Patahu Pahandut

Pasah Patahu Pahandut

Ketika terjadi musibah kebakaran yang berkali-kali di Pahandut ini, ada satu KERAMAT yang selalu selamat dari bencana ini. KERAMAT ini adalah sebuah PASAH PATAHU – Pondok untuk roh-roh suci. Didalam PASAH PATAHU ini terdapat BATU PATAHU dan sesajian. Batu ini konon jika dilempar kemana saja maka akan kembali ketempat asalnya dan jika dicuri akan mengakibatkan yang mencurinya menjadi sakit.

Isi Kramat Pasah Patahu

Isi Kramat Pasah Patahu

 

SANDUNG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

sandung Damang SIMAL PENYANG

SANDUNG adalah pekuburan orang Dayak yang beragama Kaharingan. Didaerah Pahandut ini masih banyak terdapat sandung-sandung tua milik tokoh-tokoh Pahandut, sebut saja sandung milik NGABE SOEKAH yang pernah masuk dalam acara Tukul Jalan-Jalan, kemudian juga ada sandung Damang SIMAL PENYANG, beliau adalah salah satu sesepuh Pahandut dan menjabat Damang terlama. Disandung-sandung inilah kita bisa melihat ukiran-ukiran khas Dayak Ngaju yang berbeda dengan motive Dayak lainnya. Sebab motive Dayak Ngaju lebih didominasi oleh motive floral.

Detail Ukiran Sandung

Detail Ukiran Sandung

Detail Ukiran Sandung

Detail Ukiran Sandung

Detail Ukiran Sandung

Detail Ukiran Sandung

 PENGRAJIN MANDAU, BAJU & ALAT MUSIK DAYAK

Di kampung Pahandut ini juga terdapat pengrajin khas Dayak, baik itu berupa baju adat, mandau & talwangan dan juga alat-alat musik Dayak seperti suling, kecapi, sampeq, kangkanung, gong, katambung, gendang, gong. Pengrajin ini masih muda, ia bernama Ari. Ari meneruskan keahlian ini dari orang tuanya yang memang dari dahulu adalah pengrajin Dayak, selain membuat kerajinan-kerajinan ini, seniman muda ini juga melatih di beberapa sanggar untuk tarian khasa Dayak.

Jika folks ingin memesan baik itu berupa alat musik, mandau & perisai, dan juga baju adat, folks bisa langsung ke Kampung Pahandut ini atau menghubungi beliau di nomor: 081251845636.

Mendatangi pengerajin Katambung, Gong, Gendang, Kangkanung, Mandau, Baju adat di Pahandut

Mendatangi pengerajin Katambung, Gong, Gendang, Kangkanung, Mandau, Baju adat di Pahandut

Hasil Karya pengerajin Pahandut

Hasil Karya pengerajin Pahandut

Hasil Karya pengerajin Pahandut

Hasil Karya pengerajin Pahandut

Diskusi santai dengan Ari & Keluarga

Diskusi santai dengan Ari & Keluarga

Mencoba memainkan Kangkanung

Mencoba memainkan Kangkanung

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

DSC00408

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Menjawet manik di baju adat Dayak

Baju Adat buatan pengrajin Pahandut

Baju Adat buatan pengrajin Pahandut

Folk Indra berpose mencoa baju adatnya

Folk Indra berpose mencoa baju adatnya

Kecapi hasil buatan Ari

Kecapi hasil buatan Ari

Mandau hasil buatan Ari

Mandau hasil buatan Ari

Suling hasil buatan Ari

Suling hasil buatan Ari

 

Tabe

Bekasi 7/April/2014

 

Iklan