CARA MANDI SUKU DAYAK


CARA MANDI SUKU DAYAK

BATANG

BATANG

Orang Dayak jaman dahulu bahkan masih ada hingga sekarang melakukan aktifitas MCK = Mandi, Cuci, Kakus di Sungai ditempat yang disebut BATANG. Untuk turun ke BATANG ini harus menggunakan tangga yang terbuat dari kayu bulat dan di buat tempat pijakannya, tangga jenis ini disebut HEJAN namun sekarang sudah juga dibuat dari bahan papan yang dalam bahasa Dayaknya disebut LAMPAT.

Karena harus mandi ditempat yang terbuka maka orang Dayak jaman dahulu memiliki cara ketika harus mandi tidak terlihat bagian pribadinya. Cara mandi ini dikenal dengan mandi SALUKU atau mandi telanjang, tetapi orang jaman dahulu memiliki ketangkasan sehingga ketika harus membuka TAPIH atau cawatnya maka tidak akan bisa terlihat.

Bagi laki-laki mungkin akan gampang ketika membuka EWAH atau cawatnya langsung menutup atau istiilahnya MANGARAKUP bagian vitalnya. Nah bagi kaum wanitanya, memerlukan ketangkasan lebih. Ketika seorang wanita Dayak hendak mandi di BATANG, maka ia dengan menggunakan TAPIH/ sarung maka ia akan dengan gesit menceburkan dirinya dan melepaskan diri dari sarungnya dengan cepat, sehingga seperti tiba-tiba saja wanita itu sudah ada didalam sungai dan tapihnya sudah diatas tangannya. Begitu juga jika ia hendak memasang kembali tapihnya maka dengan gesit juga ia seperti tiba-tiba bisa melompat dan memasang tapihnya tadi tanpa membasahinya.

Untuk sabunnya orang Dayak jaman dahulu menggunakan daun yang dinamakan DAWEN NILAM. Daun ini sangat harum dan jika digosokan akan menghasilkan seperti busa. Daun ini akan digunakan baik sebagai sabun dan juga shampoonya.

Khusus untuk bayi, cara memandikannya disebut PASUNGA atau NGASUNGA. yaitu bayi akan dicelupak ke sungai dengan kepala menghadap keatas.

Tabe

Bekasi

13/April/2014

Iklan