TANJUNG SIMPANG MENGAYAU – TITIK PALING UTARA PULAU KALIMANTAN


TANJUNG SIMPANG MENGAYAU – TITIK PALING UTARA PULAU KALIMANTAN

Oleh: Aki Nabalu (Robson)

Tanjung Simpang Mengayau

Tanjung Simpang Mengayau

Tanjung Simpang Mengayau, sebuah tempat yang dijuluk sebagai “A Tip Of Borneo” atau “Tempat paling ujung atau bagian paling utara di pulau Kalimantan“. Di dalam bahasa Dayak Rungus, tempat ini disebut “Sampang Magazo“. tempat ini menjadi tempat legenda dan sejarah untuk kaum Dayak Rungus karena tempat ini menjadi kubu untuk meperhatikan kapal-kapal Bajak Laut yang mencoba hendak menyerang Rumah Panjang mereka.

Bronze globe at the Tip of Borneo

Bronze globe at the Tip of Borneo

 

Tempat ini disebut “Simpang mengayau” karena tempat ini menjadi tempat untuk bertarung dan bertempur antara Dayak Rungus dengan bajak laut dari Filipina (Bangsa Moro). Pahlawan dari Filipina yang merupakan Bajak Laut sering dibawa ke tempat ini untuk beradu kekuatan dengan pahlawan Dayak Rungus. Di tempat inilah pahlawan-pahlawan dari Filipina itu ditewaskan dan dipenggal kepala mereka. Perang dengan Bajak laut terjadi ratusan tahun, untuk itu orang Rungus membangun suatu sistem pertahanan yang terdiri dari tiga kelompok pahlawan yaitu;  Ulun Ki Tansamung (barisan pertama), Tanakvagu Rumandavi (barisan kedua) dan Tadon Tangkob (barisan ketiga).

Dayak Rungus

Dayak Rungus

Pada masa perang ini, semua rumah panjang di pesisir pantai saling bantu membantu. Apabila ada salah satu Rumah Panjang diserang, maka Rumah Panjang lain akan menngirim pasukan mereka untuk membantu. Sebab itu para bangsa pelaut dari Filipina tidak pernah berhasil menakluk kawasan Utara Sabah karena adanya sistem pertahanan yang dibangun oleh pribumi Borneo.

Dayak Rungus

Dayak Rungus

 

Tabe

West Madura Offshore

6/Agustus/2014

Iklan