LITTLE FLOCKS at Tumbang Mantuhe – Pengalaman Mistis


LITTLE FLOCKS at Tumbang Mantuhe – Pengalaman Mistis

Oleh: Christian Radia Filsan

Suasana team di Tumbang Mantuhe

Suasana team di Tumbang Mantuhe

Sedikit bercerita ketika Berada di Desa Tumbang Mantuhe dan kebetulan ini ceritanya mistis Sedikit. Hehe.

ketika sore dan menjelang malam tiba, kami pemuda yang berjumlah sembilan orang sedang mengunjungi rumah-rumah warga sekitar, dan seketika Hujan turun dengan deras dan kami pun tidak dapat pulang ketempat dimana kami tidur dan beristirahat. Saya dan cakra mengambil keputusan untuk mengambil mobil agar dapat menjemput kembali teman-teman yang menunggu sambil bercengkrama.

Saya dan cakra pun memulai perjalan yang berjarak 300m lebih, menuju tempat mobil di pakirkan, dalam perjalan kami saling berbincang dan merasa santai dan hangat dalam perjalan yang ditemani hujan dan tanpa penerangan, Gelap gulita terasa sangat sunyi dan kakipun mulai dipenuhi lumpur jalanan yang belum diaspal.

Seketika perbincangan terhenti dan Cakra mulai merasa ke ganjilan.

– Cakra berkata : kamean muh kah Chris? (kamu ngerasain gak chris?), sama tege je ma umba ikau.( Seperti ada yang mengikuti mu?)

– Lantas saya menjawab, Saya tidak merasakan apa-apa, dan saya menganggap Cakra hanya bercanda.

Tapi saat itu saya tidak berkata jujur kepada Cakra, padahal tepat pada saat ia menanyakan hal demikian Bulu kuduk saya merinding 100%. 😦

Tapi saya tidak merasa takut dan cakra pun demikian. Kami berpikir mungkin hanya karena suananya saja yang membuat perjalanan ini sedikit menegangkan.

Setelah dari itu semua berjalan dengan lancar, sampai tiba esok hari kami bersiap untuk melakukan expedisi kami ke salah satu Riam sungai yang berada di atas dan sebrang perbukitan.

Perjalan pagi hari kami mulai dengan nyaman dan terasa sangat menyenangkan. kebetulan saya kembali berjalan bersama sahabat saya cakra.

Posisi dalam perjalan pada saat itu saya berada di depan yang di karenakan jalan yang kami lalui hanya jalan setapak dan di sebelah kiri di temani aliran sungai dan sebelah kanan Hutan yang sangat indah.

Dalam pertengahan perjalan saya merasa sangat nyaman dan menyenangkan…eiiiiiitttttssssss…..

Tiba-tiba disebelah kiri saya di semak-semak dedaunan dan tumbuhan yang ada, mulai mengikuti irama langkah kaki saya dan sangat terdengar jelas langkah kaki dan gesekan-gesekan dedaunan itu, saya pun mulai berhenti dan mengamati dan bertanya dalam Hati, APA INI? KOK SEPERTINYA ADA ORANG DISEBALAH SAYA.

Saya terhenti berjalan hingga tiga kali. Karena ketika saya berjalan, disebelah saya pun ikut bergerak. Ketika saya diam, dia pun ikut diam.

Sampai Pada Akhirnya Cakra Berteriak tapi Pelan, ternyata cakra melihat apa yang saya lakukan dalam mengamati dan berhenti saat berjalan.

Cakra : Chris leha nah ? (Chris Kenapa sih?)

Chris :  Dia kas, sama tege je ma umba aku intu silangkuh. (Gak bro, seperti ada yang mengikuti ku disebelah)

Cakra : kan jadi ander kuh bara alem endau, tege je ma umba ikau. (kan sudah aku bilang dari tadi malam, ada yang ngikutin kamu)

Dan kami pun sambil tersenyum semeriwing akibat kejadian itu dan that’s true….hihihihi…

Saya pun mulai merasakan apa yang cakra maksud, bahwa benar pada saat itu ada Sesuatu yang mengikuti saya, dan hal ini sangat sungguh luar biasa. Dan hal ini tidak sama sekali mengganggu kami atau pun saya pribadi. Hal-hal yang seperti ini malah membuat kami merasa bangga bahwa kami ada yang menjaga dan menemani serta melindungi saat kami berada di Desa Tumbang Mantuhe.

Perjalan dan Pelayanan Pertama Ke Desa Tumbang Mantuhe bersama Littleflocks.

#Littleflocks

#Folksofdayak

#AliansiPemudaDayak

 

Maaf jika ada yang kurang2/ Lol

Jakarta 7-1-2015.

Iklan