Berawal dari Facebook, PSBDK, Hingga Ekspedisi.


Berawal dari Facebook.

Paramisi, sebelumnya penulis ingin memperkenalkan diri, nama penulis adalah Riski,  merupakan keturunan Suku Dayak Ma’anyan yang lahir dan besar di Sangatta, Kutai Timur – Kalimantan Timur. Berawal dari facebook, tahun 2014. Saat itu pertemuan tidak sengaja terjadi di kota Yogyakarta antara penulis dengan salah satu admin Folks of Dayak yaitu bang Willy. Awalnya penulis berniat untuk mengunjungi kawan yang kini sudah dianggap kakak angkat yaitu bang Chanra Hatel yang jauh-jauh datang dari Palangka Raya, namun ditengah-tengah pertemuan ternyata bang Chanra juga mengundang salah satu temannya yaitu bang Willy (salah satu admin FoD). Saat itu penulis juga membawa sahabat dekat yang berasal dari Palangka Raya, yaitu Dedy Rionaldo (salah satu admin FoD) untuk bertemu dengan bang Chanra dan bang Willy. Singkat cerita kami berempat yang awalnya tidak kenal justru dengan berjalannya waktu malah menjadi sebuah keluarga dekat hingga sekarang walaupun saat itu kami sempat berpisah dengan bang Chanra dikarenakan dia harus pulang ke Palangka Raya, namun komunikasi kami masih berlanjut di dunia maya. Berpisah dengan satu kawan tidak menjadikan kami untuk berhenti berkomunikasi, justru sebaliknya kami bertiga (Riski, Dedy dan bang Willy) malah sering bertemu, berdiskusi, sesekali wisata bareng, nonton bareng acara budaya yang melibatkan penari-penari Dayak, bahkan sering sekali buat acara masak-masak di rumah bang Willy. Awalnya kami berkenalan, berkawan, bersahabat hingga akhirnya jadi sebuah keluarga kecil di kota Yogyakarta ini.  Dari pertemuan inilah bang Willy kemudian sering mengajak kami berdiskusi seputar kehidupan Suku Dayak dan Kalimantan hingga akhirnya melibatkan saya dan Dedy kedalam sebuah group Dayak di facebook, yaitu Folks of Dayak..

Picture 003

Dedy dan bang Willy sedang masak

IMG_9928

Berwisata ke Bukit Bintang dan Pantai Indrayanti, Yogyakarta. (Dedy, Riski dan bang Willy beserta adiknya)

10710762_10202690106685936_7843388863142603674_n

Ikut menyaksikan penampilan kawan-kawan Kalteng diacara Malam Budaya, Yogyakarta

10303870_10202690105125897_8392289854914928853_n

Kami bertiga dalam pertunjukan Malam Budaya

PSBDK XII (Pesta Seni Budaya Dayak se-Kalimantan).

Lanjut cerita, di group fb “Folks of Dayak” ini juga akhirnya penulis pertama kali berkenalan dengan bang Cakra Wirawan (salah satu admin FoD). Awalnya kami hanya akrab di fb, hingga bulan November 2014, bang Cakra mengajak kami datang untuk mengunjungi stand FOD di PSBDK. Kami bertiga disambut dengan keramahtamahan dan kekeluargaan di stand FoD oleh bang Cakra dan bang David. Ternyata saat itu penulis juga baru tahu bahwa sebenarnya bang Willy dan bang Cakra sudah lebih dulu berteman dekat dibanding dengan penulis. Dari pertemuan di stand FoD inilah kemudian kami semua mulai akrab dan lebih dekat sebagai sahabat maupun keluarga, baik di dunia maya maupun nyata. (dunia lain sih dikit2.. hihi :P)

IMG_0373

Penulis bersama bang Cakra, bang Willy, dan bang David

IMG_0387

Penulis bersama kawan-kawan FoD

Ekspedisi

Diawal Tahun 2015, komunitas FoD kemudian merencanakan kegiatan ekspedisi ke Kalimantan Tengah, tepatnya saat itu ke Desa Kamawen-Barito Utara, **yang pada akhirnya berubah haluan menuju Desa Sarapat, Tamiang Layang, Barito Timur. Saat itu bang Cakra menawari penulis untuk terlibat secara langsung melihat kondisi nyata yang terjadi pada masyarakat Dayak di pedesaan (lihat catatan EKSPEDISI FOD KE TAMIANG LAYANG). Singkat cerita penulis akhirnya bertemu lagi dengan bang Cakra dan untuk pertama kalinya bertemu dengan kakak Sala Taher di Surabaya (lihat catatan perjalanan WISATA MISTIS DI TUGU PAHLAWAN DAN BEKAS RUMAH SAKIT BELANDA DI SURABAYA). Saat penulis tiba di Palangka Raya, penulis disambut hangat oleh kawan-kawan ditengah-tengah rapat Kongres Pemuda Dayak saat itu, dengan :

bang R Lino Tahir dengan motor Jagau nya.. :d ,
bang Ricardo Howard dngan suara emasnya.. :p
kak Prasetya Ocytika dengan segala kebaikannya yg bisa diajak bercapek2 ria menjemput artis kmna2 dengan mobil.. 😛 hahaha,
bang Doby Rifadi Ruben Badjau yg doyan brbagi cerita pengalaman luar biasanya, :p ..
bang Framinggus Willy IY dengan baram katingannya.. :p hahaha
dan dengan Abang paling manuwu dan paling baik sedunia bang Chanra Hatel yg masih punya utang ajak makan ke MADOYA.. :d

dan abang2 yg lain, bang Dedon Damang, bang Yon Philip, bang Herwin Herkuni Uria Sangarasi, bang Hengky, Simpei Penyang, kak Tri Cia, Junio Kurnia Suryadi Sudirja, Ananta…. dan yg lainnya *saking banyaknya smpe gak bisa disebutin semua..

Peserta Rapat APD

Peserta Rapat APD

Perjalanan penulis di bumi Tambun Bungai tidak berhenti disitu, penulis juga menyempatkan diri berwisata ke Bukit Batu, dan ke Makam Datu Tjilik Riwut, serta ke Gallery & Resto Rumah Tjilik Riwut ..

10978538_10200111797874768_8981580401206085000_n

Bersama kakak Prasetya Ocytika dan abang Chanra Hatel di Bukit Batu

1908195_10200111822915394_4590446162250754932_n

Penulis bersama Abang Chanra beserta Istri, dan bang Framinggus Willy

Pertemuan dengan kawan, kakak-kakak dan abang-abang yang luar biasa ini adalah pengalaman pertama penulis yang luar biasa di Kalimantan Tengah. Serasa spesial hingga disambut dan diperlakukan dengan sangat baik oleh kawan-kawan disana padahal beberapa dari kami belum pernah bertemu antara satu sama lain, namun sudah dianggap seperti adek kandung dan keluarga..

TERIMA KASIH SUDAH MAU DIREPOTKAN dan DIBUAT SUSAH, kagum dengan sosok2 seperti kalian yg peduli dengan kehidupan Suku Dayak, mau bergandengan tangan untuk mendirikan Aliansi Pemuda Dayak, mau berkorban materi, waktu hingga keringat, bahkan air mata, untuk berjuang melawan ketidakadilan yang dialami orang-orang “Kita” ditanah Kalimantan, ditanah kita Borneo..

SALAM DAYAK, SALAM KALIMANTAN, SALAM BORNEO abang2, kakak2, dan kawan2 yg pling bakena, manuwu dan mawinei !!!
Tabe,

Iklan