DAYAK YOUTH CAMP KALIMANTAN TENGAH 2015 – DESA SARAPAT, BARITO TIMUR


DAYAK YOUTH CAMP KALIMANTAN TENGAH 2015 – DESA SARAPAT, BARITO TIMUR

DSC_0146

Pada tanggal 18-22 Maret 2015 yang lalu akhirnya Aliansi Pemuda Dayak berhasil untuk pertama kalinya menyelenggarakan Dayak Youth Camp di Desa Sarapat, Barito Timur. Sesuai planning awal bahwa camp ini dijadilan cara untuk menjaring kaum muda Dayak untuk mau terlibat aktif “manggatang utus” atau mengangkat harkat dan martabat hidup orang Dayak. Para pesertapun beragam, ada yang awalnya ikut hanya ikut-ikutan saja, ada yang tidak pernah terlibat didalam organisasi ada juga yang cenderung pendiam saja. Namun selama camp, anak muda Dayak ini diajak untuk berinteraksi secara langsung dengan kondisi real masyarakat Dayak yang mengalami marginalisasi, kriminalisasi dan juga melihat rusaknya hutan adat akibat ketamakan manusia. Namun puji Tuhannya, ialah, sebelum panitia menanyakan peserta untuk bersedia terlibat dalam kegerakan pemuda Dayak, justru merekalah yang menyatakan kesediaannya untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat Dayak.Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Chandra “Saya ikut camp ini awalnya hanya karena diajak saja, saya tidak tahu apa itu APD (Aliansi Pemuda Dayak), tetapi setelah saya ikut camp ini saya merasa terpanggil untuk ikut terlibat melakukan sesutau bagi Dayak”.

Chandra dalam reposisi dirinya

Chandra dalam reposisi dirinya

Perjalanan camp ini dimulai dengan melakukan ziarah di makam Tjilik Riwut, ziarah ini dilakukan untuk memulai mengenang bagaimana perjuangan pak Tjilik Riwut membangun Kalimantan Tengah pada masa lalu. Didalam ziarah ini juga perwakilan keluarag Tjilik Riwut yaitu Bang Lino Tahir, membacakan kata sambutan yang secara khusus ditulis oleh Mina Nila Riwut kepada Aliansi Pemuda Dayak. Didalam ziarah ini pun kami kembali membangkitkan kebiasaan pak Tjilik Riwut yang melahap (memekikan pekikan khas Dayak) sambil menujuk telunjuk kirinya keatas. Selesai berziarah kami melanjutkan perjalanan ke Madara, dimana kami juga lanjut menziarahi makam Christian Simbar – pahlawan yang bagi sebagian orang dianggap pemberontak. Maka kami juga menyampaikan bahwa didalam perjuangan, kadang orang akan mengelu-elukan kita tetapi ada juga yang akan menganggap kita negatif. Tetapi seperti yang Simbar lakukan ia berjuang demi mengangkat harkat masyarakat Dayak Kalimantan Tengah kala itu.

Ziarah di makam Christian Simbar

Ziarah di makam Christian Simbar

Ziarah di makam Tjilik Riwut

Ziarah di makam Tjilik Riwut

Berikut ini adalah sambutan yang disampaikan oleh Mina Nila Riwut:

Melahap 3x……………..

Selamat Hanjewu.

Yang Terhormat Inisiator Aliansi Pemuda Dayak

Yang Terhormat Perwakilan Dari Kalsel, Kaltim, Kalbar, Kaltra dan Dari beberapa Kabupaten se-Kalteng telah tergabung disini, yang mana pada pagi hari yang berbahagia ini telah berkenan untuk melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional, yaitu Marsekal Pertama Kehormatan Alm. Tjilik Riwut

Saya menyampaikan Sedikit Kata Sambutan, Sebagai seorang Ahli Pewaris Alm. Tjilik Riwut, Nila Riwut, melalui keponakan kami LINO

Jaga Semangat dalam melaksanakan tugas-tugas Mulia manggatang utus, disini saya pesankan semoga APD nantinya jangan hangat-hangat tai ayam tapi fokuskan, tekun hingga tujuan yang ingin dicapai jadi kenyataan. Serta selalu bergandeng tangan, bahu-membahu dalam perjuangan, semoga nantinya APD menjadi tunggak sejarah kedepannya dalam menuju perjuangan yang begitu keras tantangan tetapi pemuda adalah generasi daerah Kalimantan secara umum dan pada hekekatnya nanti membuahkan hasil yang nyata dan berguna bagi pembangunan bangsa secara keseluruhan serta Kalimantan secara umum.

Akhir kata saya berharap :

Lanjutkan perjuangan Alm. Tjilik Riwut agar daerah kita maju serta punya martabat secara berkesinambungan dan semoga APD menjadi tulang punggung kemajuan daerah kita. Selamat melaksanakan Dayak Youth Camp, semoga lancer dan sukses buat APD !!

Sesampai di Desa Sarapat tempat berlangsungnya kegiatan Dayak Youth Camp oleh Aliansi Pemuda Dayak di Balai Adat disambut tarian oleh sanggar milik seorang aktivis perempuan bu Mardiana, suatu kehormatan bagi APD dan dilakukan ritual NYIWAH yaitu ritual Dayak Maanyan untuk menghilangkan hal-hal atau niatan jahat selama acara camp berlangsung. Setelah itu kami saling berkenalan dengan warga desa dan sesama peserta camp.

Peserta camp terdiri atas:

A. Kalimantan Tengah

  • Barito Timur :Ahinni, Narian, Saiman, Libia Anugerahno, Rico Irwanto, Shien Yusinto
  • Gumas : Andri Noor Riski, Adventino Budi, Mario, Alexander Candra
  • Katingan : Sri Suswita
  • Lamandau : Hari Dayan Permana, Mansur
  • Barut :Hernawati Marjuni Sampulan, Dedi Kiswanto
  • Barsel :Amir Mahmud

B. Kalimantan Selatan :Ahmad Sairani,Sujani Saskin

C. Kalimantan Utara :Sri Tiawati, Maya Severlina, Boy Lee Aria

D. Kalimantan Timur : Mei Christy Sengoq

E. Kalimantan Barat :Paulus Ade,Welly Jalung

F. Panitia : Cakra Wirawan,Doby Rifadi, Herwin Markuni, R. Lino Tahir, Salawati Taher,  Richardo Howard, Trisia Karoline, Prasetya Ocytika

Keesokan harinya kami melakuan acara pembukaan secara resmi bersama aparatur desa dan camat Dusun Timur. Pembukaan Dayak Youth Camp di Balai Adat Desa sarapat 19 Maret 2015 dengan di tandai dengan pemukulan Gong oleh Pak Drs. Hudaya Husinsyah Selaku Camat Dusun Timur dan mewakili Bupati Barito Timur

Setelah acara pembukaan kami pergi ke pengadilan negeri Tamiang Layang untuk melihat secara langsung bagaimana nasib orang Dayak dari Desa Janah Jari yang dikriminalisasi oleh perusahaan dengan tuduhan mencuri karet di kebunnya sendiri. Dan salah satu anggota APD yaitu Sala Taher menjadi pengacara yang mendampingi warga ini tanpa dibayar. Setelah itu kami membagi team kedalam lima kelompok untuk pergi ke beberapa Desa di Barito Timur diantaranya Desa Sarapat, Desa Danau, Dusun Gunung Karasik (terancam digusur karena tambang), Desa Pulau Patai dan Desa Janah Jari.

Hal-hal yang diperhatikan saat berkunjung ke kampung :

  • Bagaimana kondisi fasilitas umum di kampung (jalan, listrik, air bersih, sarana dan prasarana sekolah puskesmas balai adat balai desa tempat ibadah) juga ketersediaan tenaga untuk kesehatan guru polisi??
  • Bagaimana kondisi lingkungan alamnya (apakah ada pencemaran atau tidak baik untuk tanah, air dan udara)??
  • Bagaimana cara hidup masyarakat (apakah masih tergantung dengan alam atau tidak, apa mata pencahariaannya? Apakah di wilayah kampungnya masih memungkinkan utk memenuhi kebutuhan hidupnya)??
  • Bagaimana kondisi masyarakat terkait dengan hak-hak adatnya (apakah masih ada wilayah-wilayah untukk menunjang hal-hal terkait hak adat masyarakat? Baik untuk ritual maupun keseharian (misal hutan tidak hanya sebagai tempat untuk pahewan atau situs-situs tertentu tapi juga untuk berburu bersama, mengembangbiakkan tanaman tradisional bersama)??
  • Apakah ada kasus-kasu hukum yang terjadi (perampasan hak, kriminalisasi, pengabaian atau pelcehan hal adat)??

Metode yg digunakan saat kunjungan adalah :

  • Observasi – pengamatan langsung ke lapangan
  • Wawancara dengan masyarakat
  • Kawan-kawan bisa turun ke seputar kampung untuk mengecek kondisi fisik hutan dan sungai dan kebun masyrakat
  • Kawan-kawan bisa mendokumentasikan dengan cara mencatat, membuat foto maupun video.

Setelah melakukan observasi ini kami melakukan Diskusi kelompok untuk  menginventarisir dan mengerucutkan permasalah yang dihadapi masyarakat Dayak, kemudian reposisi diri pemuda Dayak ada dimana ditengah permasalah yang terjadi diantara kaumnya?? Kami juga membuat rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten Barito Timur yang akan segera kami sampaikan secara resmi kepada Camat dan Bupatinya – Hasil rekomendasi ini akan dipostingkan dalam thread yang terpisah.

Hasil dari DYC Kalimantan Tengah secara keseluruhan adalah kami bersedia untuk membentuk gerakan kaderisasi kepemudaan Dayak yang bertujuan untuk mengangkat harkat masyarakat Dayak –   sesuai bidang dan kemampuan masing – masing, yang nantinya akan dibentuk dalam biro – kemandirian ekonomi kreatif, sosial budaya, hukum, pendidikan dan kesehatan. Camp itu sendiri awalnya dibuat untuk menggugah kesadaran kaum muda tentang kondisi nyata di masyarakat dayak saat ini. Di hasil camp juga kami menyepakati Kalteng dan Kalsel akan bahu membahu dalam proses sosialisasi dan penjaringan.. demkian juga kaltim, kaltara.. sebab kalbar sudah terbentuk kepengurusan.. jika semua provinsi sudah terbentuk maka kita akan siap dalam menuju konferensi pemuda dayak.. yang idenya juga menyatukan sabah dan serawak dalam gerakan kepemudaan Borneo Raya.

Camp ini sendiri jauh dari kata hura-hura, kongkow-kongkow tetapi peserta memang diajak berinteraksi dengan masyarakat, alam, adat istiadat dan sesama peserta untuk membentuk suatu komunitas kepemudaan yang erat tidak ada ajang minum-minum arak / baram atau bahkan “fun camp”  – sebab ada cibiran beberapa orany yang mengatakan bahwa ini adalah sekedar hura-hura, kongkow-kongkow dan bansos yang tidak ada hasilnya maka silahkan folks sendiri yang menarik kesimpulannya..

Untuk memperkuat kebersamaan kami juga menziarahi beberapa tempat keramat di sekitaran Barito Timur dianataranya ialah; Maka Riko Mudioto salah satu pejuang muda Dayak Maanyan, yang berjuang mempertahakan dan membela hak tanah adat warga di Tamiang Layang dan meninggal pada usia 26 tahun akibat penyakit yang tidak diketahui. Namun yang menyedihkan bahkan saat acara WARABIA atau ritual mengantarkan arwah masih saja dibubarkan oleh fihak kepolisian pada awal february lalu dengan cara yang tidak sopan – akan dishare dalam tulisan yang terpisah, lalu kami berdoa menurut tiga kepercayaan yaitu islam, kristen dan kaharingan. Perjalanan kami lanjutkan kemudian ke Makam Suta Ono, Makam Mayangsari & Uria Mapas.

Camp ini sendiri ditutup dengan acara WADIAN – untuk meneguhkan team formatur APD untuk bekerja dan mengikatkan lawung merah dan pin Aliansi Pemuda Dayak, dan tari-tarian yang ditampilkan oleh perwakilan Kalbar dan Kaltara.

Dan sebagai langkah awal yang APD lakuka untuk mejaga tanah adat adalah dengan menginventarisir situs budaya di Desa Sarapat kemudian membuat tanda keramat berupa bendera kuning dan membuatkan pagar sederhana, sehingga jika ada oknum manusia atau perusahaan yang masuk kedaerah itu dapa mengetahui bahwa itu adalah situs budaya atau keramat Silahkan baca artikel dibawah ini

WATU BALAI – SITUS KERAMAT DAYAK MAANYAN

Ada banyak situs-situs keramat ini yang kemudian telah dirusak atau dihancurkan. Dan tentu saja program ini tidak akan berhenti disini saja oleh karena itu jika folks Kalimantan Tengah – Selatan tertarik untuk mengetahui apa itu Aliansi Pemuda Dayak dan visi misinya serta bagaimana cara untuk terlibat didalam kegiatan ini dapat menghubungi Cakra Wirawan: 0817131647; Dobby: 081322384096; Ricardo: 082152630107 untuk Kalimantan Selatan dapat menghubungi Ahmad Sairani: 081284504482.

Peserta DYC disambut tarian penyambutan

Peserta DYC disambut tarian penyambutan

DSC_0056

Tarian penyambutan peserta DYC

Tarian penyambutan peserta DYC

Pak Sujani perwakilan Kalimantan Selatan

Pak Sujani perwakilan Kalimantan Selatan

Melahap sebagai ciri khas salam Dayak Kalimantan Tengah

Melahap sebagai ciri khas salam Dayak Kalimantan Tengah

Sambutan Pangulu Adat Desa Sarapat

Sambutan Pangulu Adat Desa Sarapat

Sambutan Camat Dusun Timur

Sambutan Camat Dusun Timur

Sambutan Cakra Wirawan - Perwakilan Kalimantan Tengah

Sambutan Cakra Wirawan – Perwakilan Kalimantan Tengah

Sambutan Ahmad Sairani - Perwakilan Kalimantan Selatan

Sambutan Ahmad Sairani – Perwakilan Kalimantan Selatan

Sambutan Mei Sengoq - Perwakilan Kalimantan Timur

Sambutan Mei Sengoq – Perwakilan Kalimantan Timur

Sambutan oleh Sri Tiawati - Perwakilan Kalimantan Utara

Sambutan oleh Sri Tiawati – Perwakilan Kalimantan Utara

wpid-dscf0309.jpg

Ritual adat Nyiwah

DSC_0179

Narian – Pemuda Desa Danau membawakan lagu daerah

DSC_0180

Manasai bersama

DSC_0181

Manasai bersama

wpid-dscf0895.jpg

Semua peserta mengangkat GUNUNG PERAK – atau pohon harapan dalam acara pengukuhan formatur Aliansi Pemuda Dayak

DSC_0170

Ketua Panitia memberika Laporan dalam acara penutupan DYC

 

Visitasi ke desa

Visitasi ke desa Pulau Patai

Amir berdoa secara Islam di Makam Riko

Amir berdoa secara Islam di Makam Riko

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

 

Suasana kebersamaan peserta

Suasana kebersamaan peserta

Suasana setelah persidangan

Suasana setelah persidangan

Suasana persidangan di PN Tamiang Layang

Suasana persidangan di PN Tamiang Layang

DSC_0203

Pangulu Adat melakukan Ritual Peneguhan Formatur Aliansi Pemuda Dayak Kalimantan Tengah

DSC_0178

Menyanyi bersama

DSC_0141

Camat memukul gong sebagai tanda dibukanya Dayak Youth Camp 2015

wpid-dscf0919.jpg

Peserta mengenak Lawung Merah sesudah prosesi peneguhan

 

Ritual Adat Nyiwah

Ritual Adat Nyiwah

Menjiarahi Makam Riko

Menjiarahi Makam Riko

Di Makam Riko

Di Makam Riko

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Suasana diskusi setelah Visitasi ke desa-desa

Visitasi ke desa

Visitasi ke desa

 

Tabe

Duri 30/Maret/2015

Iklan