INSTITUSI BOBOHIZAN / BOBOLIAN – PARA IMAM AGAMA DAYAK KADAZANDUSUN


INSTITUSI BOBOHIZAN / BOBOLIAN – PARA IMAM AGAMA DAYAK KADAZANDUSUN

Oleh: Tompinai Robson

Bobohizan Dayak KadazanDusun

Bobohizan Dayak KadazanDusun

Institusi Bobolian/Bobohizan merupakan sebuah institusi paling eksklusif kaum Dayak kadazandusun dan hanya orang yang terpilih dan layak saja yang dapat memasukinya. Mereka ibarat sebuah “perpustakaan”, kerena mereka menyimpan kahzanah dan peradaban bangsa Kadazandusun di dalam pemikiran mereka. Kaum Bobolian/Bobohizan merupakan penyimpan segala rahsia dan alam pemikiran kaum Dayak Kadazandusun, mulai dari ilmu Kosmologi, Botani, spiritualitas, religiousitas, falsafah, adat istiadat, ritual-ritual doa dan mentera kuno, dan juga pelbagai ilmu pengetahuan lain.

1.Kosmology : kaum Bobolian/Bobohizan mengatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari 7 lapisan langit dan 7 lapisan di bawah langit. Tujuh lapisan langit dicipta oleh Minamangun, atau Kinorohingan. Kinorohingan merupakan personafikasi dari Minamangun atau Tuhan yang tidak kelihatan. Tujuh lapisan bahan langit pula dicipta oleh Ponompulan, seorang pemberontak yang melawan Kinorohingan lalu dilemparkan ke 7 lapisan bawah langit, iaitu, “Kolungkud”. Tempat para objek angkasa seperti bintang-bintang pula disebut “Korindangan”, suatu tempat yang sangat jauh dari bumi, “Tawan” pula tempat untuk ciptaan-ciptaan seperti bulan, matahari dan planet-planet. Setiap tingkat alam ada makhluk-makhluk tertentu yang mendiaminya.

2. Botani : Kaum Bobolian/Bobohizan mengetahui segala jenis pohon-pohon dengan kegunaannya. Pengetahuan ini diperturunkan dari generasi ke generasi. Sayangnya, setelah banyak Bobolian yang meninggal, banyak ilmu Botani kaum Kadazandusun pupus dan tidak diketahui. Ilmu botani ini merupakan salah satu syarat untuk seseorang menjadi Bobolian karena ia kelak akan menjadi tempat rujukan (susukuon) bagi orang-orang yang ingin berobat.

3. Spiritualitas: Kaum Bobolian/Bobohizan memiliki ilmu alam roh atau ghaib, mereka mengetahui roh yang baik dan roh yang tidak baik, juga mengenal nama-nama entitiy ilahi (dewa-dewi). Kaum Bobolian/Bobohizan aliran jahat akan menggunakan roh yang tidak baik, semantara Bobolian/Bobohizan aliran baik akan berpihak kepada Kinorohingan/Minamangun. Roh-roh netral seperti Tompupulangoi, Tumutolong, etc pula bisa menjadi jahat atau baik. Entitiy ilahi seperti Gayo Nakan, Puruan Tanak, Gayo Ngaran, Gayo Batad, Songhi, Dalom Tanah, Hajin Mansasal Tawan, Rumandawi, Komburawan, Sambak Brunei, dan sebagainya pula adalah makhluk-makhluk ilahi yang diberi tugas oleh Kinorohingan untuk menjaga tempat-tempat tertentu. Spiritualiti Momolianisme juga berkaitan erat dengan prinsip-prinsip hidup yang harus ditaati oleh mereka yang digelar Bobolian/Bobohizan.

4. Religius : kaum Bobolian/Bobohizan merupakan pemimpin tertinggi di dalam keagamaan kuno kaum Kadazandusun, dan semacam Imam atau nabi untuk bangsa Kadazandusun. Banyak kisah mengatakan, adat dan hukum-hakam kaum Kadazandusun diperturunkan kepada Bobolian/ Bobohizan lewat wahyu dari Kinorohingan. Hukum Sogit terutamanya merupakan hukum yang diturunkan oleh Kinorohingan, suatu hukum tentang bagaimana untuk memperdamaikan manusia dengan makhluk alam roh yang tinggal di 7 lapisan langit. Kaum Bobolian/Bobohizan menjadi penghubung antara alam ghaib dengan alam manusiawi, dan memiliki kemampuan berhubung dengan alam ghaib, bahkan mereka juga memiliki kemampuan berkonsultasi dengan Kinorohingan. Kaum Bobolian/Bobohizan juga memiliki ilmu tafsir atas dosa, ilmu tafsir atas kejahatan dan penderitaan, ilmu tafsir atas mimpi, ilmu tafsir terhadap konsep ketuhanan, ilmu tafsir atas eksistensi manusia dan sebagainya.

5. Falsafah : Kaum Bobolian/Bobohizan juga memiliki falsafah tersendiri tentang bagaimana mereka menafsirkan alam dan manusia. Salah satu falsafah kaum Kadazandusun yang berasal dari kaum Bobolian adalah konsep Dualistik Sogit-Alasu. Menurut alam pemikiran kaum Bobolian/Bobohizan, alam terbahagi kepada dua, alam ghaib (Libabou-Kolungkud) dan alam inderawi (Riniba). Alam ini hidup dan seolah-olah bernyawa, dan ketika manusia melakukan dosa, maka alam akan menjadi “Alasu (panas)” kerana manusia tidak lagi hormat kepada dewa-dewi dan Kinorohingan yang tinggal di Libabou, dengan melakukan dosa dan tidak mengikuti hukum yang sudah ditetapkan oleh Kinorohingan. Untuk itu harus diadakan “Sogit (menyejukkan)” untuk mendamaikan alam ghaib dan alam inderawi lewat ritual tertentu. Falsafah Metafisik kaum Kadazandusun juga berasal dari institusi Bobolian/Bobohizan.

6. Ritual-ritual : institusi Bobolian/Bobohizan memiliki banyak pengetahuan ritual, yang merupakan bentuk kegiatan kegamaan kaum kadazandusun di zaman kuno. Ritual-ritual ini diperturunkan oleh Kinorohingan, Suminundu dan Huminodun untuk membantu manusia berhubung dengan mereka ketika mereka menghadapi masalah atau ingin meminta sesuatu. Ada puluhan, bahkan ratusan ritual-ritual dalam agama kaum Kadazandusun, salah satu ritual yang cukup mengerikan adalah ritual mengorbankan manusia yang disebut “Sumurugup”.

7. Selain dari itu, kaum Bobolian/Bobohizan juga memiliki pengetahuan dalam pelbagai ilmu lain contohnya dalam ilmu peperangan. Salah satu contoh terbaik adalah, ketika perang antara suku Bundu-Liwan dengan suku tagahas, kaum Bobolian/Bobohizan lah yang berada di bahagian terdepan perang. Mengapa mereka berada di bahagian terdepan? Kerena mereka memiliki kemampuan kebal terhadap senjata dan mampu menangkis semua peluru-peluru lewat kemampuan supernatural mereka. Mereka juga menjadi penasihat dan “Mastermind” dalam sebuah peperangan. Institusi Bobolian/bobohizan jugalah yang bertanggungjawab melantik dan menahbiskan seorang Huguan Siou/Janang Gayoh, institusi tertinggi di dalam hierarki status kemasyarakatan bangsa Kadazandusun.

Iklan