SISTEM PEMBAGIAN WAKTU SUKU DAYAK NGAJU


SISTEM PEMBAGIAN WAKTU SUKU DAYAK NGAJU

Mungkin tidak banyak yang tahu sekarang ini bahwa orang Dayak mengenal system pembagian waktu. Orang Dayak Ngaju membagi waktu satu tahun berdasarkan perubahan musim dan kegiatan kegiatan yang dilakukan pada musim-musim itu. Sehingga dalam kalender Dayak Ngaju, satu tahun akan terbagi menjadi 11 masa atau bulan, nama nama masa itu antara lain:

  1. RAPAT TANDUK

Ini masa memusyawarahkan membuat rencana tentang perladangan yang akan datang. Misalnya dimana dan bagaiman ladang yang akan datang dibuat. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada bulan Januari

  1. TAHALUYANG

Ini adalah masa untuk mempersiapkan alat-alat berladang, antara lain beliung, parang, tikar, alat menampi, luntong, palundu dan sebagainya. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari.

  1. SARANG NYARING

Masa untuk tebas-tebang hutan untuk tempat berladang dan kegiatan ini dilakukan pada bulan Maret – April

  1. TIMBUK PAMBUK

Kayu tebang ditempat yang akan dijadikan lading dibiarkan kering. Masa ini biasanya jatuh pada musim kemarau yaitu sekitar bulan Mei, dan pada masa itu banyak penduduk desa yang bekerja sebagai pendulang emas.

  1. MAKAL

Masa setelah pembakaran tebangan yang kering, yaitu terjadi pada bulan Juni

  1. DADAMPAN

Masa ini terjadi pada bulan Juli, yaitu masa untuk bertanam padi diladang atau disebut MANUGAL

  1. SAMPALAN KARIAYAN

Masa untuk menyiangi lading. Sementara itu padi sudah mulai berisi (batihi). Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus

  1. LIHANG KAJANG

Masa persiapan menyediakan alat-alat yang berhubungan dengan musim menuai. Persiapan yang dimaksud biasanya membuat karayan, lusuk atau karangking parei (lumbung padi dirumah). Masa ini terjadi pada bulan September

  1. MATENGKUNG NYARING

Masa permulaan menuai. Pada masa ini para petani dan keluarganya diladang bersukaria membuat makanan khas Dayak yang diebut “KENTA” atau semacam quaker oat. Masa ini terjadi pada bulan Oktober

  1. SUKU BATU

Masa ii diesebut pula dengan masa “PAKANAN BATU” atau di Kalimantan Barat dikenal dengan istilah GAWAI – yaitu masa yang menandakan bahwa musim menuai telah selesai. Para petani akan melakukan ritual syukur bumi kepada RANYING MAHATALA LANGIT dan penghormatan kepada para leluhur. Pesta ini juga dilakukan makan bersama dengan mengundang keluarga sekampung. Juga pada masa ini dibuatkan sesajian dan ritual – masa ini biasanya jatuh pada bulan November. Namun untuk saat ini ritual PAKANAN BATU di Kalimantan Tengah sudah punah dan tidak pernah dilakukan lagi.

  1. TALIWUN

Merupakan masa untuk membersihkan alat-alat pertanian yang telah dipakai pada masa berladang untul disimpan untuk digunakan kembali pada waktu akan membuat lading pada masa berikutnya. Masa ini merupakan masa istirahat dalam mengerjakan lading. Masa ini biasanya diisi dengan mengerjakan pekerjaan sampingan misalnya membuat berbagai anyaman atau kerajinan lainnya.

Orang Dayak juga mengenal astronomy dalam penentuan waktu. Penentuan ini melihat bintang deret tiga di sabuk Orion yang dikenal dengan nama astronominya MINTAKA, ALNITAK dan ALNILAM yang dikenal dalam Bahasa Dayaknya sebagai BINTANG PATENDU atau disebut juga BINTANG LUKU atau BINTANG SALAMPATEI – yang diyakini bintang ini dikuasai oleh seorang Dewa yang masa / waktu yang disebut MANYAMEI RAJAN PATENDU.

Bintang Patendu

Bintang Patendu

Berikut ini penentuan waktu mengerjakan ladang berdasarkan bintang patendu tadi:

  1. PATENDU NESER: yaitu pada masa bintang patendu tidak kelihatan dilangit. Pada masa ini merupakan masa istirahat bagi para petani dari mengerjakan ladangnya. Pada umumnya mereka tinggal di rumah atau mengerjakan pekerjaan sambilan dikampung seperti membuat pelbagai anyaman dan kerajinan lainnya atau juga pekerjaan yang dilakukan tidak jauh dari kampung seperti mencari ikan, mengumpulkan hasil hutan dan yang lainnya.
  2. PATENDU LEMBUT: yaitu masa bintang patendu mulai kelihatan. Pada masa ini pertanda bagi para petani bahwa mereka harus mulai melakukan tebas tebang hutan ditempat yang akan dijadikan lading. Membakar pohon-pohon yang telah ditebang dan mempersiapkan lading untuk ditanami padi.
  3. PATENDU TANGGAR: yaitu masa bintang patendu, dimana ketiganya yang merupakan bintang patendu sejajar dengan horizon. Masa ini adalah masa untuk manugal atau masa bertanam diladang.
  4. PATENDU ASUH LASUNG: pada masa ini adalah masa menuai padi
  5. PATENDU KEPAK LAWUNG: yaitu masa dimana bintang patendu berada diatas kepala dan untuk melihat bintang tersebut, orang harus menengadah sehingga kalau ia memakai sebuah “lawung” atau ikat kepala khas Dayak maka akan tanggal. Pada masa ini para petani akan mengangkat hasil ladangnya kerumah di kampung, menyimpannya di LUSUK atau KARANGKING PAREI.

Demikianlah system waktu bagi orang Dayak – Orang Dayak juga mengenal system kalender yang disebut dengan PAPAN KATIKA – lain kali penulis bisa sharing mengenai system penanggalan orang Dayak masa lalu. Tabe

Motive MAYAMEI BINTANG PATENDU - Pada kaos Official Folks Of Dayak

Motive MAYAMEI BINTANG PATENDU – Pada kaos Official Folks Of Dayak

Bekasi

7/September/2015

 

Iklan