PALANGKARAYA – KOTA SERBA 17


PALANGKARAYA – KOTA SERBA 17

Tugu Sukarno Palangkaraya

Tugu Sukarno Palangkaraya

Kota Palangkaraya adalah ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah, awalnya merupakan sebuah dusun yang disebut PAHANDOET – baca Pahandut. Kota ini juga konon hendak dijadikan Ibu Kota Negara Indonesia pada era Presiden Soekarno. Perjuangan membangun kota di belantara hutan Kalimantan Tengah kala itu tidaklah mudah, namun atas kegigihan Tjilik Riwut ia berhasil mengubah sebuah dukuh di tengah hutan menjadi sebuah kota. Kota ini memiliki luas wilayah 2.400 km² dan berpenduduk sebanyak 220.962 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 92.067 jiwa tiap km² (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010), menjadikan Palangkaraya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia dan sebagai Dayak Homeland – dari Daerah Dayak Besar.

Namun demikian tidak banyak yang tahu, dari sejak dibangunnya Palangkaraya, angka 17 merupakan angka yang selalu ada, entah ini kebetulan atau memang sudah didesign oleh Tjilik Riwut – tidak percaya?? mari kita lihat data-data berikut:

  1. Palangkaraya awalanya merupakan kampung ke-17 dihitung dari pinggir laut
  2. Peletakan batu pertama pembangunan kota Palangkaraya dilakukan pada tanggal 17 Juli 1957
  3. Jumlah pilar di tugu peletakan batu pertama juga berjumlah 17 buah
  4. Tjilik Riwut diangkat menjadi Gubernur Kalimantan Tengah pada era kabinet Karya, Kabinet ke -17.
  5. Kalimantan Tengah adalah Propinsi yang ke-17 yang dibentuk oleh Kabinet ke-17.
  6. Jalan kota Palangkaraya pada mulanya dibangun bercabang 17
  7. Lebar jalan yang dibangun adalah 17 meter atau 2 x 17 meter
  8. Kantor-kantor dan gedung-gedung yang segala sesuatunya disesuaikan dengan angka 17, misalnya panjang 5 x 17 meter atau 10 x 17 meter, jendela-jendela kantor yang dibuat 17 buah atau 2 x 17 buah
  9. dan masih banyak lagi
Tjilik Riwut dan Isteri

Tjilik Riwut dan Isteri

Sebenarnya masih banyak lagi konsep angka 17 di kota Palangkaraya ini ketika mula-mula dibangun. Untuk saat ini tidak semua orang mengetahui lagi dan mengikuti konsepsi Bapak Tjilik Riwut tersebut.

Pada awal berdirinya Kalimantan Tengah penduduknya berjumlah 500 ribu jiwa yang saat itu bermacam-macam suku dan kepercayaan, namun kala itu penduduk mayoritasnya adalah Dayak. Cita-cita Tjilik Riwut kala itu adalah membawa rakyat Kalimantan Tengah kepada persatuan, keadilan, kemakmuran dan perdamaian. Pada masa itu perjuangan Tjilik Riwut tidaklah mudah, sebab Ia harus memimpin daerah yang sangat luas dan masih banyak kekurangan dari segala macam hal dibidang pembangunan – sehingga pada saat itu Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah harus menumpang di Banjarmasin – Kalimantan Selatan.

Namun Tjilik Riwut bukanlah orang yang gampang menyerah – beliau sudah banyak berpengalaman didalam tugas-tugas yang berat selama masa perjuangan kemerdekaan, bergerilia di hutan-hutan Kalimantan. Waktu itu beliau memegang komando gerakan illegal M.N. 1001 dan juga memimpin pasukan penerjung payung yang terjun ditengah-tengah hutan demi melawan Belanda – banyak diantara pasukan Belanda yang tewas karena Tjilik Riwut, meski banyak juga dari anak buahnya yang mati disiksa dan ditawan Belanda. Dikurung didalam ruang sempit dan gelap dan dirantai.

Saat ini Propinsi Kalimantan Tengah utamanya kota Palangkaraya masih menggeliat untuk membenahi diri, namun sangat disayangkan banyak sekali pemimpin daerah yang sudah meninggalkan cita-cita awal the founding father Propinis ini. Saat ini saja jumlah penduduk Dayak di Kalimantan Tengah sudah turun menjadi 30% dimana pada tahun 80an populasinya mencapai 68%.

Tjilik Riwut - Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Tjilik Riwut – Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Tjilik Riwut - Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Tjilik Riwut – Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Tjilik Riwut - Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Tjilik Riwut – Pembangunan jalan kota Palangkaraya

Soekarno pada peletakan batu pertama kota Palangkaraya

Soekarno pada peletakan batu pertama kota Palangkaraya

Tjilik Riwut pada masa perjuangan kemerdekaan

Tjilik Riwut pada masa perjuangan kemerdekaan

kantor walikota palangkaraya

kantor walikota palangkaraya

 

Tabe

9/Sept/2015

Iklan