MENGENAL DAYAK DUSUN LOTUD & KEPERCAYAANNYA


MENGENAL DAYAK DUSUN LOTUD & KEPERCAYAANNYA

Dayak Lotud termasuk dalam rumpun besar Dayak Kadazandusun dibagian Sabah, Malaysia. Dan kebanyakan tinggal di daerah Tuaran atau sekitar 30 km dari kota Kinabalu. Populasi mereka pada tahun 1985 berjumlah 5000 jiwa namun saat ini diyakini sudah mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

Seperti suku Dayak lainnya, Dayak Lotud juga memiliki kebudayaan tinggal di rumah panjang atau yang mereka sebut dengan LAMIN TANARU – rumah panjang ini terdiri atas 4 unit kediaman keluarag, namun saat ini jenis lamin ini sudah tidak ada lagi.

Lamin Tanaru

Lamin Tanaru

Bagi kaum Lotud terdapat dua golongan strata masyarakat yang itinggi yaitu; kepala kampung dan imam agama yang disebut TANTAGAS dengan imam tertingginya disebut TANTAGAS LAWID – imam inilah yang bertugas dalam pelaksanaan ritual adat, pengobatan, kematian, perkawinan dan lain sebagainya.

Tantagas ini punya kewajiban mengfalkan RINAIT – atau teks suci untuk berhubungan dengan alam ilahiah atau yang mereka sebut dengan DIWATO yang didiami oleh Dua Persona Ilahiah Maskulin dan Feminim, yang maskulin disebut KINOHORINGAN atau dalam Bahasa rinait dipanggil dengan nama HAJIN MANSASAL AWAN dan yang feminism disebut UMUNSUMUNDU atau dalam Bahasa rinaitnya disebut SUMANDAK PANAMBA’AN. Kedua Persona Ilahi ini memiliki 17 anak atau malaikat yang menjaga tujuh lapisan dan sepuluh bagian langit. Selain itu KINOHORINGAN dibantu oleh 4 roh malaikat yang disebut SONGKUBANG yaitu roh yang bertanggungjawab terhadap hujan dan kesuburan bumi.

Kaum Dayak Lotud juga mengenal konsep Surga yang disebut PONGOLUAN, menurut keyakinan mereka letak PONGOLUAN ini ada di lapisan pertama diatas bumi atau terletak disebelah timur Gunung Kinabalu, dimana roh baik dan roh orang meninggal yang telah diritualkan akan tinggal. Sedangkan neraka atau disebut KOLUNGKUD adalah tempat para roh jahat dan ini dikuasai oleh seekor naga bernama OMBUAKAR. Sedangkan tempat yang ditempati oleh para iblis / ROGON dsiebut RONDOM. Rogon inilah yang dipercaya bisa mendatangkan kesengsaraan dan penyakit kepada manusia apabila terjadi ketidakseimbangan alam semesta misalkan menebang pohon atau membuka lahan dengan sembarangan, melakukan pembunuhan, perzinahan dan kawin sumbang antara kerabat keluarag dekat. Ketidaseimbangan ini membuat alam DIWATO menjadi marah sehingga semesta menjadi panas (ALASU) sehingga para ROGON akan menyerang setiap manusia dengan perlbagai penyakit, kemarau, banjir atau bencana lainnya.

Untuk mendamaikan alam semesta inilah maka para TANTAGAS perlu melakukan ritual untuk mendinginkannya kembali dengan membayar SOGIT – seperti yang terjadi pada peristiwa gempa bumi di kinabalu – silahkan baca:

GEMPA BUMI DI SABAH – SETELAH TURIS BERBUGIL RIA DI PUNCAK GUNUNG KINABALU

Menurut legenda, TANTAGAS yang pertama bernaman LUNTAR – pada suatu ketika terjadilah kemarau berkepanjangan, akibat kemarau ini banyak pepohonan, hewan mati dan bahkan saking panasnya kala itu sehingga semak belukar pun bisa terbakar secara spontan. Pada suatu malam UMUNSUMUNDU muncul dalam sebuah mimpi kepada seorang wanita yang bernama LUNTAR. Illah Feminim tadi kemudian mengajarjan LUNTAR ritual membersihkan alam semesta yang telah kotor akibat kejahatan manusia, ritual ini disebut MAMAHUI POGUN. Kemudian LUNTAR melaksanakan ritual seperti yang diajarkan UMUNSUMUNDU tadi sehingga alam kembali bersih dan diperdamaikan.

Setiap TANTAGAS harus memiliki KOMBORUNGOH atau sejenis azimat yang terbuat dari akar pohon jerangau yang dirangkaikan dengan manik-manik – KOMBORUNGOH ini dipercaya diisi oleh suatu semangat / roh yang akan membantu TANTAGAS. Peralatan lainnya ialah GIRING-GIRING yang terdiri atas lonceng-lonceng kecil , kemudian TUTUBIK yaitu sebuah piring datar dari logam dan sebilah pedang dibalut kain merah atau disebut LUNGKARIS.

Komborungoh

Komborungoh

Komborungoh dan giring-giring

Komborungoh dan giring-giring

Tantagas dengan tutubik

Tantagas dengan tutubik

Tantagas melakukan ritual mamahui pogun

Tantagas melakukan ritual mamahui pogun

Tabe

Bekasi 10/september/2015

Iklan