POLIGAMI / POLIANDRI DIKALANGAN SUKU DAYAK NGAJU


POLIGAMI / POLIANDRI DIKALANGAN SUKU DAYAK NGAJU

Seorang kepala suku Dayak Kayan dengan kedua istrinya tahun 1910

Seorang kepala suku Dayak Kayan dengan kedua istrinya tahun 1910

Pernikahan Dayak Ngaju menganut sistem ELEUTHEROGAMI, yaitu sistem pernikahan yang memberikan kebebasan bagi seorang laki-laki atau seorang perempuan untuk memilih pasangan hidupnya. Sehingga sangat jarang ada kisah pejodohan didalam budaya Dayak Ngaju, walau di beberapa daerah ada praktek perjodohan atau “Iadu” tetapi sangat jarang dilakukan – yang paling penting dilihat adalah hurui atau rihit.

Hurui adalah strata didalam kekerabatannya, bisa saja seorang anak kecil harus dipanggil om atau bahkan kakek, atau sebaliknya, oleh karena itu didalam pernikahan orang Dayak akan dilihat huruinya supaya tidak terjadi “Sala Hurui dan apabila terjadi pernikahan salah hurui maka dipercaya akan mendatangkan malapetaka.

Nah sistem perkawinan Dayak – utamanya Dayak Ngaju ini biasanya bersifat MONOGAMI – itu mengapa didalam istilah Kaharingan “HAMBELOM SAMPAI HENTANG TULANG” yang artinya hidup sampai menggendong tulang. Artinya pernikahan yang dilakukan harus bertahan sampai salah satu pasangan meninggal, dimana didalam tradisi TIWAH atau penyucian tulang belulang, maka kewajiban sang Suami/Istri lah yang menggendong tulang pasangannya untuk dimasukan kedalam SANDUNG – tempat meletakan tulang-belulang yang telah disucikan untuk menghantar orang mati tadi ke LEWU TATAU atau Sorga.

Walaupun demikian ada juga praktek yang tidak umum yaitu pernikahan POLIGAMI atau POLIANDRI. Kasus poligami disebut dengan HAJAMBUA SAWE. Jikalau sampai terjadi kasus poligami maka pasangan tadi akan dikenakan denda adat berupa:

  • Si istri baru harus membayarkan sejumlah tertentu kepada istri tua
  • Suami yang mengambil istri baru harus membayarkan sejumlah tertentu kepada saudara laki-laki dan orang tua istri baru
  • Biaya pernikahan harus ditanggung keduabelah pihak

Untuk kasus POLIANDRI maka denda adatnya dua kali lipat dari kasus POLIGAMI. Hal ini sebenarnya menjamin hak dan kewajiban pasangan untuk setia kepada pasangannya.

Lebih lengkap mengenai pernikahan Dayak Ngaju – silahkan baca:

PERKAWINAN DIDALAM BUDAYA DAYAK NGAJU

Tabe

7/Nov/2015

 

Iklan