ALAT UKUR & TAKARAN SUKU DAYAK


ALAT UKUR & TAKARAN SUKU DAYAK

Orang Dayak juga mengenal sistem pengukuran dan takaran didalam kebudayaannya, ada yang merupakan pengaruh dari datangnya bangsa asing, namun ada juga yang memang ukuran yang sudah dipakai secara turun temurun. Mari folks kita gali lagi alat ukur dan takaran didalam budaya kita

UKURAN VOLUME

GANTANG, SUPAK, BELEQ

GANTANG, SUPAK, BELEQ

  1. GANTANG = Umumnya gantang dibuat dari kayu ulin atau kayu keras lainnya sebagai alat ukur takaran. Bentuk gantang itu bulat panjang, biasanya digunakan untuk menakar padi atau beras. Satu gantang kurang lebih seberat 2,5 kg. Alat ini umum digunakan dipedalaman Kalimantan, namun saat ini penggunaan gantang sudah sangat jarang dipakai lagi.
  2. CUNTANG = Satu cuntang sama dengan 1 liter – kadang penggunaan kata cuntang bisa digantikan dengan liter, hal ini biasanya dipakai oleh Suku Dayak yang berada di areal pesisir karena berhubungan dengan budaya luar.
  3. TIMPURUKNG = Ukuran yang menggunakan tempurung kelapa, satu timpurukng sebesar 1/4 kg, istilah ini dipakai oleh orang Dayak Kanayatn
  4. BLEK / BALEQ = biasanya ini berupa satu kaleng minyak tanah / minyak makan jaman dahulu. BLEK / BALEQ (Kenyah) dipakai orang dayak untuk menakar beras dalam jumlah yang banyak
  5. CUPAK/SUPAK = Ini sitilah yang banyak dipakai di Kalimantan Tengah. Jaman dahulu, sekitar sebelum tahun 1950an cupak ini sama dengan TIMPURUKNG – berupa tempurung kelapa, namun saat ini satu cupak sama dengan satu kaleng susu kental manis. Biasanya cupak dipakai untuk menakar beras yang akan dimasak oleh setiap rumah tangga sehari-hari. Satu supak kurang lebih 1/4 kg
  6. GENGGAPM / KARAKUP = Genggapm (Dayak Kanayatn), Karakup (Dayak Ngaju) – ini ukuran segengaman orang dewasa, biasanya untuk mengukur jumlah beras yang diberikan untuk memberi makan ayam

UKURAN PANJANG

SATU GAWANG

SATU GAWANG

  1. METER = Untuk ukuran panjang ini banyak dipakai oleh orang-orang Dayak di pesisir
  2. DEPA / DOPA = Ukuran panjang ini banyak dipakai oleh orang-orang Dayak yang ada di pedalaman. Satu depa sama jika tangan direntangkan dari ujung jari kiri ke ujung jari kanan.
  3. GAWANG / KILAN = Satu gawang / kilan itu sama dengan satu jengkal, diukur dari ujung jari kelingking ke cari jempol direntangkan
  4. TABAH = Tabah adalah ukuran 5 jari atau satu telapak tangan. Contoh: danum ntu sungei mandai ije “katabah”, yang artinya : Air disungai disungai itu naik (tambah dalam) sekitar satu telapak tangan.

UKURAN LUAS

  1. BORONGAN = Ini ukuran untuk menyatakan suatu luasan areal tanah perwatasan atau perladangan, satu borongan biasanya sebesar 10 depa persegi

UKURAN BERAT

  1. PIKUL = Ini satuan yang menyatakan berat, biasanya diuigunakan untuk ukuran bagi bermacam-macam hal seperti karet, rotan, babi dan lain-lain. Satu pikul sama dengan 100 kg.

UKURAN DENDA/UANG

GONG

GONG

Orang Dayak jaman dahulu menilai kekayaan bukan pada jumlah uang – bahkan dalam sejarahnya uang sering dijadikan hiasan saja seperti untuk ikat pinggang, hiasan mandau dll. Kekayaan orang Dayak diukur pada kepemilikan akan benda-benda berharga seperti tajau / balanga, manik-manik, gong, kebun, hewan ternak dan budak, tetapi menggunakan benda-benda yang dianggap berharga atau hewan ternak. Demikian juga dalam hal pembayaran pemenuhan hukum adat, terkecuali Suku Dayak yang ada disekitaran pesisir mengenal sistem uang akibat pengaruh Kesultanan / Kerajaan yang ada di pesisir.

  1. KATI = Dalam hal pembayaran denda sering haru dibayarkan dengan gong atau tajau, ukuran yang digunakan adalah KATI. Satu kati sama saja dengan berat 100 kg, jadi misal 3 kati garantung berarti gong seberat 300 kg. Istilah kati ini umum dipakai di Kalimantan Tengah
  2. REAL = Satuan uang, umumnya dipakai di Kalimantan Barat – saat ini satu real dinilai sebesar Rp. 3500,-
  3. TAEL = TAEL sebenarnya satuan mata uang china jaman dahulu. Namun kemungkina ini dibawa ketiga adanya migrasi China di Kalimantan Barat, yaitu para penambang emas. Satu Tael ini satuan ukuran emas
  4. RENTI / RONTI = ini juga satuan uang yang dipakai di bagian Kalimantan Barat.

Tabe

Bekasi 9/ Des/ 2015

Iklan