SEJARAH ASAL USUL “KANAYATN”


SEJARAH ASAL USUL “KANAYATN”

Orang Kanayatn Jaman dulu

Orang Kanayatn Jaman dulu

Hi folks terutama rumpun Kanayatn, mungkin folks pernah bertanya-tanya; “Apa sih makna Kanayatn?” bagaimana sejarah suku ini disebut Kanayatn dan memiliki berbagai macam logat bahasa? Nah.. kali ini kita akan sharing mengenai hal ini

Kata kanayatan sebenarnya berasal dari nama suatu negeri di sekitaran Gunung Bawakng. Negeri ini disebut NAGARI KANAYATN, setelah kisahnya manusia pertama SIMULA JADI dan isterinnya JAGAT melakukan pelanggaran terhadap perintah SETAPAK atau JUBATA (Tuhan) maka mereka diusir keluar dari khayangan. Disana mereka akhirnya membina kehidupan sebagai TALINO atau manusia. Ia digelari SIMULA JADI karena ialah yang pertama kali raja. Ia inilah yang disebut juga sebagai NEK SEPANGKOK, itu juga sebab nama negeri ini disebut juga NAGARI SAPANGKOK SUBAYATN.

Mulanya mereka disana menggunakan satu bahasa, kemudian terjadi perubahan/perbedaan bahasa-bahasa Dayak. Sebab konon dahulu seluruh rumpun Dayak Klemantan dan Iban adalah satu bahasa yaitu bahasa Dayak Kanayatn kemungkinan dialek banana, itulah sebabnya bahasa kanayatn / banana disebut juga bahasa Jubata, ini disebabkan oleh para malaikat Tuhan yang berhubungan dengan nenek moyang di sekitar gunung bawakng dahulu menggunakan bahasa banana, andai pada waktu itu bahasa banyadu, bakati, bakidoh dll telah ada / terbentuk maka kemungkinan malaikat Tuhan juga akan berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa tersebut. Perbedaan bahasa ini disebabkan keracunan jenis buah rotan gunung yang bernama JALAYATN. Itu sebab negeri itu sebut NAGARI KANAYATN berasal dari kata “KANA” (kena) dan ”JALAYATN” (salah satu jenis rotan gunung), efek buah rotan yang memabukan dan membuat sengau pita suara, sehingga kata-kata orang yang memakannya menjadi berubah bunyi vokal dll. Setelah bahasanya mengalami perbedaan inilah nenek moyang dayak Kanayatn mulai berpencar.

Pada awalnya manusia pertama di Gunung Bawakng ini sering bertatap muka dengan JUBATA / Malikat JUBATA, maka ada istilah pada orang Dayak Banyadu untuk menyebutkan orang berpenampilan menarik, bersih, berkarisma yang beraura luar biasa dengan istilah “UWAH JARO JUBATA (seperti penampilan / Aura Tuhan / malaikat Tuhan).

Istilah Kanayatn ini kemudian dipopulerkan oleh missionaris Katholik; Pastor Donatus Dunselman OFM, melalui sebuha tulisan “Bijdrage Tot De Kennis Van Detaal En Adat Der Kendajan-Dajaks van West Kalimantan“. Lalu pada tahun 1980an sitilah ini diadopsi secara menyeluruh oleh kalangan elit politik Dayak yang mengidentifikasikan dan mengunifikasikan dirinya sebagai “Kanayatn“.

Nah kalau pernah dengar kisah RIA SINIR dan DARA ITAPM, mereka inilah keturunan dari NEK SEPANGKOK manusia Khayangan tadi, mereka diyakin kemudian menggaib kembali ke Khayangan bersama rumahnya. Tersisa dari peninggalan mereka ada satu buah tiang rumah yang masih ada sampai sekarang di kampung Jering. Menurut kesaksian salah satu keturunan RIA SINIR ketika beliau masih kecil pada bulan purnama, beliau sering mendengar ayam ribut-ribut di ujung betang tadi. Kemudian beliau ngintip.dan melihat NEK RIA SINIR turun mandi memakai baju jubah putih seperti orang naik haji, agak kurus,  berjenggot putih sampai keperut, sekilas itu saja kemudian kembali menghilang. Rencana admin FOD akan melakukan ekspedisi ke Gunung Bawakng ini, untuk lebih menggali sejarah dan kebudayaan TALINO KANAYATN. Tabe

Bekasi

11/Des/ 2015

Iklan