SISTEM ADAT “TAGAL” DAN FISH SPA DAYAK KADAZANDUSUN


SISTEM ADAT “TAGAL” DAN FISH SPA DAYAK KADAZANDUSUN

Oleh: Robson (Aki Rumantai)

Luanti Fish Spa Sungai Moroli, terletak di Kampung Luanti Baru, Ranau, lereng Kinabalu, Sabah. Spa ikan ini dibuka dikawasan Sungai yang diimplementasikan hukum adat yang disebut “TAGAL”. Tagal adalah sejenis aturan adat kaum Dusunic yang melarang orang untuk menangkap ikan di sungai untuk jangka waktu tertentu, misalnya setahun, dua tahun, tiga tahun, tergantung persetujuan penduduk kampung.

Kata “Tagal” diambil dari istilah kaum Dayak Dusun Sabah yang artinya “tidak usah, dalam konteks adat perlindungan Sungai, larangan untuk menangkap ikan. Selama waktu “Tagal” penduduk Kampung tidak dibenarkan sama sekali menangkap ikan. Ritual SUBAK akan dilaksanakan dengan mengorbankan babi atau ayam lalu melumurkan darahnya diatas tugu batu. Orang yang melanggar hukum adat TAGAL dengan menangkap ikan sebelum waktunya akan terkena musibah.

Ikan hanya bisa ditangkap setelah dilaksanakan adat “MONGUKAB TAGAL”, di mana semua penduduk Kampung bersama-sama menangkap ikan dan berpesta bersama-sama. Setelah “Mongukab Tagal” selama 1 hari, hukum Tagal kembali dilakukan untuk 1 tahun ke depan.

Di kawasan Luanti pula, sistem Tagal permanent dilaksanakan untuk tujuan wisata Fish Spa. Ikan-ikan d sini sama sekali tidak boleh ditangkap dan dilarang mengotori sungai. Adat “Tagal” ini merupakan salah satu dari cara kaum Dayak Dusunic Sabah untuk menjaga kelestarian sungai, disamping melatih moral masyarakatnya supaya tidak terlalu boros menghabiskan sumber makanan dari alam. Sistem hukum adat ini dilaksanakan di banyak sungai-sungai di Sabah.

Tabe,

19/Des/ 2015

tagal1 tagal2 tagal3

Iklan