PROSES MENJADI BOBOLIAN DAYAK DUSUN UTARA BORNEO


PROSES MENJADI BOBOLIAN DAYAK DUSUN UTARA BORNEO

Bobolian

Bobolian

Untuk menjadi seorang IMAM Dayak, sangatlah tidak gampang, ada proses “MANGAJI” atau belajar yang cukup lama. Penulis pernah berjumpa dan berdiskusi dengan seorang Belian Dayak Dusun di Samarinda. Beliau mempelajari ilmu Belian selama 7 tahun, 7 minggu, 7 hari, 7 jam, 7 menit dan 7 detik. Selama proses mangaji ini, banyak hal yang tidak mengenakan harus dilalui sang “apprentice”. Tidak seperti saat ini banyak bermunculan para belian “express”, hanya tahu beberapa rinait atau mantera sudah mengaku diri sebagai seorang belian.

Berikut ini adalah proses menjadi seorang BOBOLIAN atau BOBOHIZAN Dayak Dusun Sabah:

1. Proses pertama adala proses MANGAJI atau proses pembelajaran yang dilakukan minimal 9 tahun, untuk mempelajari

  • Rinait (Mantera)
  • Mengenali tumbuhan hutan dan kegunaannya
  • praktek ritual

2. Pengajar senior disebut “Mokiraa”, semantara sang apprentice disebut “Pokiraan”

3. Seorang Bolungkitas (Bobolian tertinggi) mengetahui 180 jenis ritual. Maka seorang Pokiraan atau pelajarnya harus menguasai paling tidak 131 jenis ritual dan minimal menghafal 2000-3000 baris ayat rinait (mantra) untuk setiap ritual.

4. Pengajaran rinait harus dilakukan secara lisan dan bukan lewat tulisan atau rekaman, supaya kuasa dan kekuatan mistis dari setiap ayat-ayat rinait tidak hilang.

5. Seorang pelajar juga harus menghafal 218 nama-nama roh-roh dan dewa-dewi utama, dimana Tuhan bernama Kinorohingan adalah yang tertinggi dan penguasa atas roh-roh yg lain. Nama Kinorohingan dalam bahasa keramat Bobolian adalah “Kinopuunan”.

6. Ilmu Momolian ini diwariskan secara pengajaran lisan dan tidak secara turunan.

Begitulah proses seseorang ingin menjadi seorang IMAM dalam agama Dayak – bukan suatu proses yang gampangan tetapi ada proses belajarnya.

Bobolian

Bobolian

Tabe

21/ Des/ 2015

Iklan