KONGKOW FOD JOGJAKARTA – MENGGALI IDENTITAS KEDAYAKAN


KONGKOW FOD JOGJAKARTA – MENGGALI IDENTITAS KEDAYAKAN

2016_0131_00331000.jpg

Pada tanggal 30 Januari 2016 yang lalu FOD melakukan acara Kongkow FOD di Asrama Putra Kalimantan Tengah. Dalam acara kongkow ini dihadiri beberapa mahasiswa Dayak dari berbagai daerah: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan bahkan Sabah. Pada acara kegiatan kami mengajak para mahasiswa mengenal budaya Dayak Kadazandusun Sabah, melalui tarian SEMAZAU. Tarian semazau adalah tarian kegembiraan kaum Kadazandusun.

Belajar menari Semazau

Belajar menari Semazau

Behind the scene... berlatih tarian kencet, kacapi, suling balawung dan mengenal pusaka-pusaka Dayak

Behind the scene… berlatih tarian kencet, kacapi, suling balawung dan mengenal pusaka-pusaka Dayak

Dalam diskusi kali ini, kami membahas proses menjadi seorang manusia Dayak. Menjadi manusia Dayak adalah proses menjadi kaum yang dihinadinakan, dianggap ras berekor, setengah manusia, namun secara sadar kaum ini memungut nama hinaan ini menjadi suatu kekuatan kegerakan untuk maju dan diperhitungkan. Sehingga menyebut diri sebagai seorang Dayak, harus menyadari bagaimana proses ini, dan mestinya membakar semangat kaum muda Dayak di Yogyakarta ini untuk menuntut pendidikan dengan segenap hati.

Suasana diskusi Kongkow FOD

Suasana diskusi Kongkow FOD

Pada akhir kegiatan diskusi ini kami tutup dengan manasai bersama. Manasai adalah tarian kegembiraan Dayak Ngaju.

Pada malam harinya para admin melakukan wisata mistis di Alun-Alun Selatan Yogyakarta – walau sebenarnya hanya berfoto-foto saja hehe, namun yang menariknya saat itu hanya dua orang admin yang bisa jalan lurus sambil ditutup mata diantara kedua pohon ini, dan bahkan sebenarnya salah satu admin sudah menceng jalannya, namun menurut kesaksiannya, dia merasakan ada tangan yang menariknya untuk kembali lurus lagi dan ketika mau pulang kami mendapatkan sapaan perkenalan oleh “penghuni” alun alun keraton, tiba-tiba ada seorang bapa-bapa dengan membawa tasbih datang dan tiba-tiba memberikan sebuah batu untuk kami, kata bapa ini “ini titipan dari mereka, tolong jangan dibandingkan dengan emas”, dan menariknya hanya kedua admin yang bisa jalan lurus tadi yang mendapatkan oleh-oleh dari penghuni alun-alun selatan Keraton.

Wisata mistis para admin

Wisata mistis para admin

Setelah kegiatan diskusi, pada hari Minggunya kami melakukan kegiatan membersihkan BALAI ANTANG. BALAI ANTANG yang ada di Asrama Wanita Kalimantan Tengah ini didirikan pada tahun 2014 lalu namun sejak itu tidak pernah diperhatikan dan dirawat lagi. Balai Antang adalah sebuah balai tempat para Antang Patahu (Malaikat) yang menjagai dalam hal ini mahasiswa Dayak. Apa yang kita akan lakukan hanyalah bentuk simbolis kita sebagai Mahasiswa Dayak yang masih menghargai adat budaya dan juga menghormati leluhur kita. Setelah dilakukan acara membersihkan BALAI ANTANG, kami menari manasai bersama-sama.

fb_img_1454379239897.jpg fb_img_1454379214297.jpg img_20160202_092218.jpg

Walaupun hari hujan namun anak-anak muda Dayak tetap semangat melakukan kegiatan ini dari berbagai keyakinan dan sub suku Dayak ada Dayak Ngaju, Paser, Maanyan, Kutai, Kadazandusun. Kegiatan dimulai dengan membersihkan anjungan dari debu dan sarang laba-laba, kemudian kami manasai bersama dan melakukan diskusi mengenai “penyang dan pusaka Dayak” lalu kemudian ritual membersihkan dan menaruh sesajian dilakukan oleh sodara-sodara Dayak yang beragama Kaharingan. Diharapakan dengan kegiatan seperti ini akan mempererat persatuan antara anak-anak Dayak diperantauan dan juga sebagai kesempatan untuk menyatukan sodara-sodara Kaharingan untuk tetap bisa menjalankan peribadatan selama ada di perantauan.

Yang menarik adalah sebelum folks melakukan kegiatan Mamparasih Balai Antang, kami semua mengawali dengan doa yang dipimpin secara Katholik walaupun ada teman teman yang beragama Kaharingan dan Islam. Ini juga menunjukan betapa erat toleransi dalam budaya Dayak dan ini harus tetap dipegang oleh kaum mudanya.

Berdoa bersama secara Katholik sebelum membersihkan Balai Antang

Berdoa bersama secara Katholik sebelum membersihkan Balai Antang

Folks Jogja, nantikan lagi kongkow pada bulan Maret – Tabe

wp-1455666912888.jpg

Pangkah, 17/feb/2016

 

Iklan