MENGENAL DAYAK SABAN / SA’BAN


MENGENAL DAYAK SABAN / SA’BAN

Wanita Dayak Sa'ban menggendong sebuah keranjang yang disebut BU'AN UE di Long Banga', Sarawak

Wanita Dayak Sa’ban menggendong sebuah keranjang yang disebut BU’AN UE di Long Banga’, Sarawak

Dayak Saban atau disebut juga Sa’Ban adalah salah satu sub suku Dayak yang sedikit jumlahnya. Suku ini banyak dikenal di daerah Sarawak, Malaysia, padahal asal muasal sub suku ini ada di daerah Hulu Sungai Bahau di Indonesia, kemudian  sekitar tahun 1900 – 1960an mereka bermigrasi ke arah Sarawak.

Di Indonesia ini sendiri tidak diketahui adanya sub suku ini bahkan catatan sejarah budaya lokal tak pernah mencatat keberadaan etnis ini, padahal di daerah Kalimantan Utara tepatnya di Malinau sendiri masih ada Sub Suku Dayak Sa’ban ini. Baru sekitar 5 tahun terakhir ini etnis Dayak Sa’ban menunjukan keberadaanya di Malinau dengan ikut terlibat acara Irau. Persebaran Dayak Sa’ban di Indonesia terpencar di berbagai desa di pedalaman, seperti di wilayah Pujungan, Malinau Selatan, termasuk desa di Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Barat. Memang belum ada sensus yang menujukan jumlah populasi Dayak Sa’ban di Malinau. Sedangkan di daerah Sarawak Dayak Sa’ban juga termasuk sub suku Dayak yang minoritas dimana populasi Dayak Sa’ban tercatat kurang lebih 1000 jiwa.

Dayak Sa’ban di Sarawak berada di pegunungan Kelabit, karena jumlanya yang sedikit sering kali dimasukan dalam rumpun Dayak Kelabit, walaupun sebenarnya dari segi bahasa dan beberapa kebudayaan memiliki perbedaan. Long Banga, Long Puak, dan Long Peluan adalah daerah utama populasi Dayak Sa’ban di Sarawak.  Walaupun di Long Banga ini Dayak Sa’ban tinggal bersama dengan Dayak Kenyah Lepo’ Ke, namun mereka hidup secara damai berdampingan satu sama lain, walaupun secara budaya dan bahasa kedua sub suku ini jauh berbeda.

Secara kebudayaan Dayak Sa’ban memiliki kesamaan dengan Dayak Lun Dayeh, walaupun memiliki perbedaan terhadap bahasanya. Oleh karena itu kadang juga di Indonesia Dayak Sa’ban sering dianggap sebagai orang Dayak Lun Dayeh. Sebenarnya ada beberapa sub suku Dayak minoritas yang tidak banyak dikenal, bahkan oleh orang Dayak sendiri. Salah satu sub suku Dayak yang jumlah penuturnya hampir habis adalah Dayak Le’Ngilo. Lain waktu kita akan membahas Dayak Le’Ngilo ini.

Tabe,

Jakarta 1/Juni/2016

Iklan