SEJARAH SUKU DAYAK GOBUKON – SABAH, NORTH BORNEO


SEJARAH SUKU DAYAK GOBUKON – SABAH, NORTH BORNEO

Oleh: Robson (Aki Rumantai)

Foto wanita menggunakan pakaian adat Dayak Dusun Gobukon

Foto wanita menggunakan pakaian adat Dayak Dusun Gobukon

Dalam rumpun Dayak Dusunic Sabah terdapat kira-kira 50 suku yang tersebar mulai dari North Borneo sampai ke Brunei dan Utara Sarawak. Dari 50 suku ini terdapat satu suku yang menyebut diri mereka sebagai “Dusun Gobukon” , yang uniknya nama suku ini berasal dari istilah “gobuk” yang artinya “monyet” inilah kisah singkat bagiamana suku ini mendapat namanya.

Pada suatu ketika dulu, terdapat selompok manusia yang tinggal di suatu kawasan tanah datar. Suatu hari, datanglah “sangod” atau musuh dari suku lain menyerang mereka. Karena tidak dapat mengalahkan para “sangod” yang datangĀ  menyerang, Kelompok ini mengambil keputusan untuk melarikan diri kekawasan bukit. Musuh terus mengejar mereka, semantara kelompok suku ini telah bersembunyi di suatu bukit.

Di dalam hutan dibukit tersebut terdapat sekumpulan “gobuk (monyet).” ketika mereka sampai di kawasan bukit tersebut, kelompok suku ini itu merasa heran karena pada saat itu, gobuk-gobuk ataupun monyet-monyet tersebut tidak menyerang kelompok suku ini walaupun hutan tempat mereka tinggal tiba-tiba dimasuki oleh manusia. Gobuk-gobuk (monyet) itu seolah-olah tahu kaum ini berada dalam kesusahan.

Kemudian datanglah musuh-musuh naik ke bukit dan memasuki hutan di mana para gobuk itu tinggal. Begitu para “sangod” atau musuh memasuki kawasan hutan tersebut, gobuk-gobuk (monyet) itupun menyerang kesemua musuh itu, sehingga banyak musuh yang mati di tempat itu, dan sebagian yang lainnya melarikan diri.

Kelompok kaum dari tanah datar tadi merasa amat bersyukur sekali karena mereka telah selamat daripada serangan sangod tadi atas bantuan para gobuk (monyet) tersebut. Sebagai tanda bersyukur dan penghargaan pada gobuk (monyet) tersebut, kelompok manusia dataran ini akhirnya menamakan suku mereka sebagai “Gobukon”

Tabe

7/3/2016

Iklan