MENGENAL KOMUNITAS SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDHU LOSARANG INDRAMAYU


MENGENAL KOMUNITAS SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDHU LOSARANG INDRAMAYU

img_20160712_155605.jpg

Hi folks, mungkin folks pernah mendengar adanya Suku Dayak di Pulau Jawa tepatnya di Losarang, Indramayu. Apakah Suku Dayak yang dimaksud memiliki hubungan dengan suku Dayak yang ada di Kalimantan?? Maka untuk menjawab keingintahuan itu admin melakukan ekspedisi ke perkampungan Suku Dayak Losarang ini di Indramayu, Jawa Barat.

Sesampainya di perkampungan ini terdapat suatu kompleks berpagar yang dihiasi relief-relief pewayangan, dikompleks ini terdapat 5 buah bangunan, yang satu sebagai rumah tempat tinggal, satu adalah balai peribadatan mereka dan satu adalah bangunan yang disebut KERATON. Khusus bangunan Keraton ini adalah bagunan yang belum rampung, ini tempat menampung para pengikut Suku Dayak Losarang ini ketika mereka hendak melakukan ritual setiap malam Jumat Kliwon.

Pintu masuk kompleks Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Losarang

Pintu masuk kompleks Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Relief-relief pewayangan di sekitar pagar kompleks Dayak Losarang

Kemudian kami melanjutkan untuk berjumpa dengan Kepala Suku Dayak Losarang ini yang bernama Pak Takmad, yang tinggal tidak jauh dari kompleks ini. Sesampainya dirumah Pak Takmad kami disambut dengan ramah, tentu tidak lupa kami membawakan sedikit kopi, gula, kue dan rokok untuk Pak Takmad ini. Dengan bahasa Jawa Ngapak yang cepat beliau mencoba menjawab pertanyaan kami.. hehe tentunya agak-agak sukar memahami penjelasan beliau, untunglah ada salah satu murid beliau yang membantu untuk menterjemahkan apa yang dikatakan oleh Bapa Takmad ini.

Awal berdirinya komunitas ini pun belia sudah lupa tepatnya, kemungkinan sekitar tahun 80an, dimulai dari sebuah padepokan silat yang kemudian berkembang menjadi suatu gerakan kebathinan yang mengakar pada masyarakat Indramayu sebelum menjadi Islam. Sebenarnya kenapa Mereka disebut Suku Dayak Hindu Budha – bukanlah bermakna sebagai ethnic tetapi lebih pada suatu makna filosofis. Suku bermakna kaki tempat berpijak, nDayak dari kata “ngayak”, Hindu itu bermakna “rahim”, dan Budha bermakan telanjang dimana manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang. Jadi sebenarnya Suku Dayak Hindu Budha ini memiliki makna, setiap orang secara independen mencari kebenaran hakiki tentang alam dan menyatu dengan alam. Sebab didalam keyakinan mereka alam lah yang menjadi asal muasal segala sesuatu – dimana didalam konsep ini mereka tidak mengenal sebutan spesifik untuk Tuhan. Sebab konsep Tuhan didalam kepercayaan mereka adalah konsep yang tidak jelas dan juga merupakan suatu yang diciptakan manusia juga. Sedangkan alam atau bisa dikatan MAKRO KOSMOS ini adalah asal muasal segala sesuatu sebelum tuhan ada, atau yang mereka sebut sebagai NGAJI RASA SEGARA ALAM yaitu proses mencari kebenaran hakiki melalui penyatuan dengan alam.

Diskusi bersama Pak Takmad

Diskusi bersama Pak Takmad

Diskusi bersama Pak Takmad

Diskusi bersama Pak Takmad

Namun saat ini menurut Pak Takmad nama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Losarang sudah diganti menjadi SUKU DAYAK ADAT JAWA PETANI BUMI SEGANDHU HINDU BUDHA, ketika ditanyakan kenapa namanya kemudian berubah, menurut Pak Takmad hal ini sudah lama dibicarakan didalam komunitasnya, tetapi mungkin juga karena kebanyakan masyarakat pengikut komunitas ini berprofesi sebagai buruh tani. Menurut kisah Pak Takmad sekitar tahun 70’an beliau pernah ke Kalimantan menggunakan perahu dan pernah berjumpa dengan suku Dayak yang bertelinga panjang. Beliau mengatakan memang untuk ilmu kebatinan yang paling kuat adalah milik Suku Dayak.

Dalam komunitas ini terdapat tiga golongan masyarakat:

  1. Preman = Preman yang dimaksud bukanlah preman penjahat tetapi bermakna masyarakat biasa yang berpakaian seperti masyarakat pada umumnya namun mengikuti kepercayaan kebatinan Dayak Losarang ini
  2. Seragam = Orang yang masuk kelompok seragam pada laki-lakinya masih menggunakan pakaian hanya berwarna hitam-hitam saja
  3. Dayak = Disini yang masuk kelompok Dayak ditandai kaum prianya tidak mengenakan pakaian hanya celana katok yang bercorak hitam putih saja dan menggunakan aksesoris gelang dari bambu di tangan dan kaki juga menggunakan kalung-kalungan.

Nah bagi yang masuk dalam masyarakat Dayaknya, mereka tidak lagi mengkonsumsi mahluk bernyawa hanya mahluk bernafas dalam hal ini tumbuh-tumbuhan saja, bahkan telorpun mereka tidak mengkonsumsinya lagi. Dalam setahun mereka akan mengambil waktu 4 bulan untuk melakukan ritual tapa di air (kali/sungai) dari tengah malam hingga pagi, kemudian siang harinya mereka akan berjemur hingga pukul 14:00. Tujuan dilakukan tapa ini adalah penyucian diri. Sedangkan ritual peribadatan hanya mereka lakukan setiap malam jumat keliwon saja, dalam peribadatan ini setiap orang dibebaskan untuk melakukan pencarian akan kebenaran hakiki tadi, kemudian ada juga acar “Ngaji kisah-kisah pewayangan” kadang bisa juga Bapa Takmad memberikan sedikit ceramah namun kadang juga tidak.

Menurut kisah Pak Takmad sebelumnya komunitas mereka pernah diserang oleh kelompok-kelompok agama tertentu yang menganggap kegiatan mereka sebagai aliran sesat, bahkan pernah didatangi fihak kepolisian. Namun mereka tetap teguh memegang keyakinannya sehingga komunitas ini tetap ada sampai sekarang. Bahkan tidak sedikit juga kalangan Suku Dayak Kalimantan yang mencemooh komunitas ini karena dianggap meniru-niru budaya Dayak. Namun sebenarnya makna filosofis kehidupan mereka berbeda dengan Suku Dayak. Kehidupan mereka memang diwarnai adat dan budaya Jawa – Sunda sebelum pengaruh Islam dan Hindu/Budha. Admin berencana untuk melakukan ekspedisi kesana lagi saat malam jumat keliwon untuk menyaksikan prosesi ritual mereka sekalian memperkenalkan kebudayaan Suku Dayak asli Kalimantan. Kalau ada yang berminat ikut jomm ikut kita ekspedisi heheh

Diskusi bersama Pak Takmad

Diskusi bersama Pak Takmad

2016_0711_15194100.jpg

Keraton

Keraton

Relief di pintu Keraton

Relief di pintu Keraton

Air yang digunakan didalam ritual Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Losarang

Air yang digunakan didalam ritual Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Losarang

img_20160712_160105.jpg

Didalam Balai Peribadatan

Didalam Balai Peribadatan

Didalam balai peribadatang bersama murid Pak Takmad

Didalam balai peribadatang bersama murid Pak Takmad

Balai Peribadatan

Balai Peribadatan

Tabe

Bekasi 13/Juli/2016

Iklan