MENGENAL MODEL RUMAH PANJANG DAYAK BELANGIN


MENGENAL MODEL RUMAH PANJANG DAYAK BELANGIN

Oleh: Wiro Hamjen

Dayak Belangin di Rumah Panjangnya

Dayak Belangin di Rumah Panjangnya

Hallo Folks, Saya share sedikit info dari hasil ekspedisi (admin pulang kampung, hehe…) kemaren mengenai model rumah panjang tradisional Dayak Belangin di Kampung Muun, Binua Behe yang sekarang sudah punah. Seperti rumpun Dayak Kanayatn pada umumnya masyarakat Dayak Belangin menyebut rumah panjang sebagai Rumah Radakng atau Humah Hadak/Radak dalam dialek Belangin.

Rumah Panjang ini biasa dihuni sebanyak 8-20 keluarga, setiap rumah panjang bisa dihuni satu keluarga besar maupun keluarga yang hubungan kekerabatannya agak jauh. Tinggi rumah panjang sendiri dalam hitungan meter saya kurang tau, tapi berdasarkan informasi yang saya dapat, cukup tinggi kalo jaman sekarang ibarat kata kendaraan seperti Truk bisa parkir dikolong rumah panjang tersebut.

Di Kampung Muun sendiri terakhir keberadaan rumah panjang ada sekitar 4-5 buah dan akhirnya berakhir pada sekitar tahun 1952 karena insiden kebakaran dirumah panjang yang didiami oleh kakek saya (Foto rumah-rumah yang berada tepat dilokasi rumah panjang tua yang sekarang sudah direnovasi menjadi rumah individu dan lebih rendah). Sedangkan di kampung-kampung lain keberadaan rumah panjang lenyap sehubungan migrasi warga ke wilayah baru sehingga kampung lama menjadi Temawak (Bekas kampung yang tidak berpenghuni), seperti contoh Warga kampung Lumar bermigrasi ke pinggiran sungai Behe dan membentuk perkampungan baru yaitu Angkanyar.

Foto rumah-rumah yang berada tepat dilokasi rumah panjang tua yang sekarang sudah direnovasi menjadi rumah individu dan lebih rendah

Foto rumah-rumah yang berada tepat dilokasi rumah panjang tua yang sekarang sudah direnovasi menjadi rumah individu dan lebih rendah

Rumah Panjang Dayak Belangin terdiri dari :

  1. Paga = Merupakan pagar disekeliling rumah panjang untuk menjaga hewan peliharaan. (no 1).
  2. Gangak = Tempat untuk menjemur padi dan pakaian, biasanya diletakkan di teras rumah panjang, tapi sekarang di letakkan diatas tanah (no 2).
  3. Atap = Atap yang digunakan berupa atas dari daun. Saat membuat rumah panjang biasanya setelah membuat rangka rumah hal yang harus dipasang terlebih dahulu adalah atap (no 3).
  4. Tanga & Jojo = Tanga merupakan tangga berupa 1 batang kayu besar yang dibentuk seperti tangga. Sedangkan Jojo adalah pegangan tangga (no 6).
  5. Pelanta = teras rumah panjang tempat meletakan gangak untuk mejemur padi dan beraktivitas (no 7).
  6. Sami = merupakan ruang tamu berbentuk aula yang memanjang dan tidak bersekat, biasanya digunakan untuk bersilaturahmi, acara adat, sidang adat, dll.
  7. Para’/Paha’ = sejenis loteng untuk menaruh perlengkapan adat dan peralatan kerja.
  8. Bili’ = Kamar pada masing-masing rumah.
  9. Lintok = Bagian belakang rumah, Lintok dibagi menjadi 2 bagian yaitu Dapo (Dapur) yaitu untuk memasak dan Pende Ae atau tempat mencuci (No 4 – Pende Ae).
  10. Panarobo/Panahobo = bagian kolong rumah panjang bisa untuk kandang, menaruh perahu, dll.
  11. Sangka’ Engkabat = Merupakan penyangga atap, siang hari dibuka dan berfungsi juga sebagai pintu masuk ke Sami, jika hujan atau malam hari bisa diturunkan (No 5).
Bagian Rumah Panjang Dayak Belangin

Bagian Rumah Panjang Dayak Belangin

Bagian Rumah Panjang Dayak Belangin

Bagian Rumah Panjang Dayak Belangin

Selain rumah panjang ada juga lumbung padi untuk menyimpan hasil panen yang berada terpisah di sebelah rumah panjang. Saya lampirkan juga gambar skema dan illustrasi yang diambil dari bentuk rumah panjang Dayak Belangin lain dari daerah Serimbu (Desa Engkangin), Dayak Iban serta Dayak Kenyah dengan beberapa adaptasi karena rumah panjangnya terdapat kemiripan satu sama lain.

Semoga Bermanfaat & CMIIW

Tabe

Iklan