BURUNG ENGGANG LAMBANG PERDAMAIAN & KEPEMIMPINAN DAYAK KENYAH (LEPO TAU’)


BURUNG ENGGANG LAMBANG PERDAMAIAN & KEPEMIMPINAN DAYAK KENYAH (LEPO TAU’)
SSA41235 copy
Burung Enggang adalah lambang perdamaian dan kepemimpinan bagi Dayak Kenyah. Dalam suatu kisah yang dituturkan tetua Dayak Kenyah di Desa Pampang. Pada jaman dahulu di daerah Sarawak pada masa kolonial British. Hampir terjadi peperangan antara Dayak Iban dan Dayak Kenyah Lepo Tau. Dayak Kenyah Lepu Tau dipimpin oleh Tuan Pingan sejumlah 100 orang hendak melakukan perdamaian dengan Dayak Iban yang jumlah pasukannya lebih banyak dari pengikut Tuan Pingan.
 
Pengikut Tuan Pingan ini memaksakan, Tuan Pingan untuk tetap berperang melawan pasukan Iban, dengan berkata “Coba dulu Tuang Pingan, kita berperang kita coba siapa yang kuat!” namun Tuan Pingan berkata “Tidak dapat lagi kita sekarang berperang, karena sekarang sudah jama pemerintah”.Kemudian, pengikut Tuan Pingan ini berkata “Kalau begitu kita coba Dewa Tuan Pingan”
 
Kemudian Tuan pingan mencoba memanggil Dewa nya dan memekikan “Ihaaa, Ihaaa, Ihaaa”.. lalu tiba-tiba datanglah seekor ular Python besar. Maka orang-orang Iban yang melihat ular Python itu berkata “Lihat itu itu Raja Nabau”
 
Lalu pengikutnya berkata lagi “Coba lagi Tuan Pingan”. Lalu Tuan Pingan ini membuka mandaunya dan mengarahkan kelangit, kemudian munculah sebuah penampakan seperti api. Lalu Tuan Pingan berkata “Kakek, jika Engkaulah yang paling kuat didunia ini, silahkan Engkau datang untuk membawa perdamaian”. Lalu kemudian datanglah seekor burung Enggang terbang. Maka kata orang-orang Iban ini “wahh tidak dapat kita melawan mereka ini” – maka kemudian tidak jadilah kedua suku ini saling berperang dan disepakatilah suatu perdamaian. Oleh sebab itulah Burung Enggang sangat dihormati sebagai suatu lambang Perdamaian dan Kepemimpinan dan dalam setiap tarian Dayak selalu ada unsur kehadiran Burung Sakral ini. Namun sayang sekali saat ini ekspoloitasi secara berlebihan atas burung ini marak terjadi bahkan oleh orang Dayak sendiri demi sebuah kreativitas semu. Burung Sakral yang melambangkan Perdamaian dan Kepemimpinan ini semakin terancam ditanah Kalimantan.
Tari Kenyah

Tari Kenyah

Tabe

Kab. Pali 20 Juli 2016

Iklan