LEGENDA IKAN PESUT MAHAKAM MENURUT DAYAK BAHAU & RENTENUUKNG


LEGENDA IKAN PESUT MAHAKAM MENURUT DAYAK BAHAU & RENTENUUKNG

pesut-mahakam

IKAN PESUT MAHAKAM (Latin:Orcaella brevirostris) bukanlah masuk jenis ikan dia adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Pesut Mahakam hanya terdapat ditiga lokasi diduni ini  yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady.

Nah kali ini kita akan share kisah legenda asal-usul Pesut Mahakam ini menurut Legenda Dayak Bahau dan Dayak Rentenuukng yang mendiami kawasan Sungai Mahakam.

Dayak Rentenuukng

Dalam legenda Dayak Rentenuukng ikan pesut itu adalah jelmaan seorang ayah yang sangat pelit karenna dia menelan panci kecil yang disebut LEPOOQ yang berisi nasi panas yang baru diangkat dari tungku. Berikut ceritanya; pada hari itu sang ayah yang pelit ini baru selesai memasak lalu kedengaranlah suara anak dan isterinya dari jauh. Karena begitu pelitnya maka dia berusaha menyembunyikan masakannya disatu tempat namun karena dia merasa tempat itu tetap terlihat akirnya ia bingung dimana dia dapat menyembunyikannya, akirnya tanpa pikir panjang ia menelan makanan tadi beserta pancinya atau LEPOOQ tadi. Lepooq ialah panci kuningan berbentuk bulat memuat sekitar 1/4 kg beras, itulah yang ia telan. Akirnya dia merasa kepanasan dan terjun ke dalam air dan tubuhnya berubah dan ia selalu menyembur air sewaktu timbul.

Dayak Bahau

Kalau versi Dayak Bahau, cukup mirip dengan Dayak Rentenuukng, bedanya pada versi Dayak Bahau menceritakan tentang seorang pemburu yang tersesat didalam hutan selama berminggu-minggu, dan akhirnya menemukan pondok yang tidak berpenghuni, tetapi didalam pondok tersebut ada beras dan bahan makanan. Kemudian sang pemburu tersebut memasak nasi didalam panci atau TARING TONG bahasa Dayak Bahau, baru saja agak matang makanan tadi karena sangat laparnya sipemburu itu langsung memakan nasi tersebut dalam keadaan panas masih diatas tungku, tetapi laparnya makin menjadi-jadi sampai panci nasi juga ditelan oleh si-pemburu, setelah tersadar dengan kelakuannya yang rakus dan tidak masuk diakal karna panci nasi juga ditelan, badan sipemburu kepanasan luarbiasa maka air ditempayan habis diminum serta pepohonan dipinggir jalan serta pohon pisang tempat dia mendinginkan badannya menjadi layu, dan akhirnya dia terjun ke sungai , sambil sesekali berkumur dan menyuburkan air karena kepanasan, dan saat dia berendam di air itu jugalah badannya berubah menjadi seekor ikan.

Dari kedua versi ini kita belajar bahwa sifat-sifat rakus, pelit, memikirkan diri sendiri adalah suatu sifat yang bertentangan dengan pola hidup masyarakat Dayak yang communal. Demikian juga adalah tugas kita bersama menjaga kelestarian mamalia ini dari kepunahan supaya hewan ini tidak hanya menjadi sekedar legenda tetapi masih bisa dilihat oleh anak cucu kita semua. Tabe

Nara sumber:

Dayak Rentenuukng: Alex Langoq

Dayak Bahau: Martinus Lejo

Sumber gambar: http://dongengceritarakyat.com/kumpulan-kumpulan-cerita-rakyat-dari-kalimantan/

Bekasi 9/19/2016

Iklan