​DAYAK TIDAK MENGENAL KATA TERIMA KASIH


DAYAK TIDAK MENGENAL KATA TERIMA KASIH

Hampir semua sub suku Dayak tidak mengenal kata TERIMA KASIH sebagai ungkapan balasan atas kebaikan orang lain. Rasa terima kasih orang Dayak lebih diungkapkan didalam sikap dan perbuatan serta rasa hormat yang mendalam.

Seorang Dayak yang telah menerima kebaikan dari sesamanya, tidak akan begitu saja melupakannya. Semua kebaikan yang telah mereka terima akan tersimpan rapi didalam lubuk hati terdalam. Bahkan dalam setiap kesempatan, mereka akan menceritakan kepada anak cucunya semua kebaikan-kebaikan yang pernah diterimanya, lengkap dengan nama dan identitas orang yang telah berbuat baik itu. Dengan demikian secara tidak sadar, anak turunannya juga turut serta mensyukuri, mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu.

Biasanya Orang Dayak selalu ingin membalasa kebaikan dengan kebaikan. Dalam setiap kesempatan, orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang ia terima, sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan, namun bisa kepada anak cucunya. Naluri membalas kebaikan ini bukan menjadi beban, namun memiliki nilai kebahagian tersendiri dan tradisi ini yang membuat ikatan bathin antara sesama Dayak menjadi kuat.

Hal serupa terjadi ketika Orang Dayak mengunjungi kenalan dan kerabatnya. Ketika menerima hidangan, mereka akan spontan bereaksi lalu dengan lahap menyantap hidangan yang tersedia, bila perlu sampai habis tuntas (lepah lingis). Semakin lahap, semakin sopan. Sikap demikian justru menunjukan keramahan, persahabatan dan kepercayaan tinggi, karena yakin tidak diracuni.

Sumber: maneser panatau tatu hiang

Tabe 12/9/2016

Iklan