ACARA PELAS PUSAKA – KONGKOW FOD SAMARINDA


ACARA PELAS PUSAKA – KONGKOW FOD SAMARINDA

a

Hi folks.. kali ini kita akan share kegiatan kongkow kita di Samarinda pada tanggal 17 Januari 2017 yang lalu. Pada kongkow kali ini agak sedikit berbeda kita tidak hanya berdiskusi tetapi juga melakukam kegiatan ritual pelas pusaka di Desa Pampang – Samarinda. Kegiatan memelas pusaka bukanlah suatu kegiatan untuk memerkan pusaka atau mencoba mencari kesaktian, tetapi bentuk penghormatan kita kepada karya leluhur kita yang tidak ternilai. Disamping kita juga mendiskusikan kesiapan untuk dilakukan acara Pertemuan Pemuda Dayak di Samarinda pada tahun 2017 ini.

Syarat yang harus kami bawa ketika melakukan acara pelas pusaka ini adalah Seekor ayam jago berwarna merah, mangkok dan piring putih, pisau dan kain kuning. Dimana darah ayam jago nanti yang juga akan digunakan untuk memelas pusaka yang ada. Dan daging ayamnya digunakan untuk makan bersama. Bahan-bahan lain berupa kue-kuean dari ketan dan beras, juga minyak, pupur basah untuk tampung tawar.

Kami melakukan ritual ini pada malam hari, sebelum memulainya kami bersama-sama berdoa kemudian menikmati hidangan dari ayam yang sudah kami sembeleh sebelumnya. Sesudah kenyang menikmati hidangan yang sudah disediakan, maka kami menaruh tangan kami memegang beras kuning dan mengucapkan niat didalam hati untuk kegiatan kami malam itu – tujuannya agar beras ini ketika ditaburkan menjadi saksi atas setiap niat hajat masing-masing yang hadir.

q

Doa bersama sebelum makan

Setelah itu sang belian pergi ke arah pintu belakang rumah untuk memanggil roh-roh sengiang (roh-roh alam) untuk hadir dan menyampaikan niat hajat yang hendak dilakukan, kemudian juga sang belian membuang sedikit sajian makanan untuk memberi makan roh-roh yang hadir tersebut. Juga menunjukan syarat yang sudah kami penuhi kepada roh-roh sengiang tadi. Suasana mistis sangat terasa terutama setelah sang belian meniupkan peluit yang terbuat dari taring, kita dapat merasakan kehadiran roh-roh alam.

Lalu mulailah sang belian meritualkan pusaka yang ada – intinya adalah semacam doa agar semua pusaka yang ada ini menjadi barang yang bersifat dingin dan tidak mencelakakan bahkan dapat melindungi sang pemilik. Sang belian, pertama kali akan memberi makan roh-roh yang tidak baik – tujuannya agar roh-roh yang tidak baik ini tidak mencelakakan sang pemilik pusaka. Ia diberi makan darah ayam jantan tadi menggunakan tangan kiri dan dibuat seolah-olah hendak menyentuh pusaka namun tidak jadi lalu kita buah ke sampingnya. Lalu kemudian sang belian akan memberi makan roh yang baik, juga dengan menggunakan darah ayam jantan tadi namun dengan menggunakan tangan kanan dan darah ini harus menyentuh pusaka – tujuannya adalah agar roh-roh yang baik ini dapat menjaga sang pemilik pusaka disaat dia dalam keadaan terdesak.

Selesai memberi makan, maka sang belian akan menampung tawar – dimulai dengan mengurapkan minyak kepada pusaka yang ada dan menggosokan pupur dingin – tujuannya adalah untuk menndinginkan pusaka yang agar tidak menjadi barang yang panas. Apalagi jika benda tersebut pernah digunakan untuk mencelakakan orang maka pusaka ini mesti didinginkan. Selesai dipelas lalu sang belian juga menampung tawar pusaka ini dengan doa-doa dan niat hajat yang ada.

Selesai sang belian melakukan ritual ini, maka sang pemiliki pusaka juga melakukan hal yang sama, yang dilakukan oleh belian tadi – agar pusaka ini mengenal siapa yang menjadi pemiliknya. Tidak hanya selesai memberi makan pusaka ini – sang belian juga memberikan bekal yang diikatkan pada pusaka itu – filosofinya bahwa tidak hanya ia menjadi kenyang saat itu tetapi juga diberikan bekal untuk seterusnya.

Sebenarnya orang Dayak tidak memiliki waktu khusus untuk melakukan ritual ini. Biasanya adalah pada saat acara-acara adat berlansung. Namun kita melakukan ini, sebab tidak semua belian saat ini mampu untuk melakukan ritual-ritual semacam ini, dan sebagai momentum kita untuk bersatu dan menghargai budaya dan adat kita.

Ada acara ritual pusaka yang jauh lebih besar dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, bahkan juga memerlukan waktu yang cukup panjang – rencananya acara ini akan dilakukan pada bulan 4 ini sekaligus memelas sebuah Lamin / Betang yang baru dibangun di Sungai Bawang – Samarinda. Semoga kita bisa ikut hehe.. dan juga kita akan mengadakan acara temu pemuda Dayak di Kalimantan Timur pada tahun 2017 ini – melalui Camp Pemuda Dayak – jika folks tertarik jangan ragu untuk menghubungi kita di: komunitasdayak@gmail.com

Foto-foto kegiatan by: Jaffe Strangens

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tabe…

 

 

Iklan