ADAT GERBANG JAMAN BAHARI BANJAR


ADAT GERBANG JAMAN BAHARI BANJAR

keraton-banjar3

Keraton Banjar

Pada jaman bahari / jaman dahulu, pada masa kerajaan – umum didepan istana Raja dan didepan rumah-rumah orang ternama akan selalu ada gerbang sebagai lambang kebesaran dari tiap-tiap orang ternama yang menempati rumah itu.

Bentuk dan corak  gerbang itu harus sesuai dengan derajat tuan rumah masing-masing. Ada lima macam gerbang bahari yang dikenal:

  1. GERBANG SUNGKUL AWAN BATULIS (Gerbang Raja)
  2. GERBANG GANDJUR (Gerbang Mantri Besar)
  3. GERBANG PUTJUK RABUNG (Gerbang Kadang Adji)
  4. GERBANG TEMENG (Gerbang Pahlawan)
  5. GERBANG BENDJI (Gerbang Mantri, Lurah dan para Saudagar)

GERBANG SUNGKUL AWAN BATULIS

Tiang bangunannya bundar dan berupakan “Batung badarah batung batulis” (Batung sakti pada jaman Putri Junjung Buih). Pada tiang sebelah kanan terdapat ukiran Naga Putih Balimbur dan pada tiang sebelah kiri terdapat ujkiran Ular Lidi Balimbur. Sungkul-sungkul gerbang tatah (ukiran) Awan batulis.

Ditengah-tengah gerbang pada bagian antara “Papilis Malang”  dengan “Sangkul”  ukiran yang merupakan sebuah jembangan kaca tempat buluh merindu (Pring Sakti).

Disebelah kanan jembangan ukirang yang membentuk bayangan burung Merak dan disebelah kiri ukiran bayangan burung Ardhalika (Pusaka Kerajaan Raja Banjar).

Dipuncak sungkulnya terdapat ukiran yang membentuk Kembang Nagasari (Kembang yang berasal dari zaman Puteri Junjung Buih dengan Bambang Padmaraga – Sukmaraga).

Dasar seluruh ukiran dibagian tengah gerbang bermotive Kembang Melor Melayap (sebagai tanda kesucian), Tatah Jaruju (Sebagai tanda Penangkis Mara Bahaya), Bayam Raja (Sebagai Tanda Luhur), dan Usir-usir (Sebagai tanda tidak putus rejeki).

GERBANG GANDJUR

Pada bagian depan gerbang yang budar sebagai lambang kesetiaan memegang kendali pemerintahan Kerajaan – dalam artian tetap setia selam bumi dan langit masih ada.

Gandju adalah perlambangan dari “Wani Dalam Budjur dan Banar” – Berani dalam hal yang lurus dan benar.

Kembang Cempaka melambangkan penghormatana yang tulus dan ikhlas.

GERBANG PUTJUK RABUNG

Pucuk Rabun – Pucuk Rebung, melambangkan kehidupan yang rakat dan mufakat. Sedangkan ukiran Kembang Bayam Raja, melambangkan turunan bangsawan (Kadang Adji).

GERBANG TEMENG

Sebagai Lambang Kota mara benteng sara. Dan memiliki beberap ukiran kembang:

  • Kembang pandan yang melambangkan Satria Perkasa
  • Kembang kacapiring yang melambankan Satria yang suci
  • Kembang Tjulan yang melambangkan Satria yang luhur

GERBANG BENDJI

Lambang kesuburan dan kehijau-hijauan

Sumber: Suluh sejarah Kalimantan

 

Iklan